Kamis, 18 Jun 2026 21:21 WIB

Balai RW di Surabaya akan Disulap jadi Wadah Kreasi Pelajar

Salah satu balai RW yang sudah dibenahi. (Foto: Humas Dispendik Surabaya)
Salah satu balai RW yang sudah dibenahi. (Foto: Humas Dispendik Surabaya)

Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Pendidikan Surabaya bakal menyulap balai rukun warga (RW) yang ada di Kota Pahlawan menjadi wadah bagi anak-anak usia SD dan SMP yang ada di kampung setempat untuk berkreasi dan belajar.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan belajar mengajar bertajuk Ayo Sinau Bareng Arek Suroboyo (ASBAS). Harapannya balai RW yang biasanya hanya digunakan untuk pertemuan warga serta gudang itu akan diubah menjadi wadah untuk berkreasi secara positif, rekreatif, serta produktif.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, sasaran program ini adalah anak usia sekolah di lingkungan balai RW itu berada. Mulai dari pelajar kelas V dan VI SD, serta pelajar SMP kelas VIII dan IX.

"Di luar, anak-anak lain juga bisa memanfaatkannya,” terangnya saat berkoordinasi dengan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), mahasiswa, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Guru (KKG), serta guru TPQ, Selasa (13/09/2022).

Yusuf mengungkapkan, balai RW sasaran memiliki ruang yang representatif untuk kegiatan belajar mengajar dan mampu menampung sekitar 100 siswa. Berikutnya memiliki guru, mahasiswa pendamping, dan guru TPQ.

Saat ini, lanjut Yusuf, terdapat 24 balai RW yang representatif yang tersebar di lima wilayah Kota Surabaya. Jumlahnya akan terus ditingkatkan.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

“Materi pembelajaran nanti sesuai dengan kurikulum di sekolah. Kemudian ada materi keagamaan dan juga konseling pengembangan bakat dan minat anak,” kata Yusuf yang juga Ketua Pelaksana Harian Program ASBAS ini.

Dia menyatakan, program ASBAS tidak akan menganggu proses belajar mengajar di sekolah masing-masing siswa.

"Program ini justru akan melengkapi pembelajaran karena dilakukan petang hari mulai pukul 18.00 sampai 20.00 WIB. Untuk metode pendampingan, kami kedepankan pola asah, asih, dan asuh,” katanya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Yusuf berharap, dengan adanya program yang dilakukan secara gotong royong ini, semakin meningkatkan kepedulian mahasiswa, guru, dan tutor terhadap pendidikan yang ada di Kota Surabaya.

“Mudah-mudahan, program ini dapat membantu kesulitan belajar anak dan semakin membangkitkan semangat belajar anak untuk menggapai cita-citanya,” tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.