Minggu, 21 Jun 2026 13:06 WIB

Gelar Public Expose, Bank Jatim Tunjukkan Kinerja Positif Pascapandemi

Public expose yang diselenggarakan Bak Jatim. (Foto: Bank Jatim for jatimnow.com)
Public expose yang diselenggarakan Bak Jatim. (Foto: Bank Jatim for jatimnow.com)

Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) melaksanakan public expose untuk memaparkan kinerja perusahaan sebagai bentuk keterbukaan atau transparansi bagi perusahaan publik yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kegiatan dilaksanakan secara virtual bertempat di Kantor Pusat Bank Jatim Surabaya, Selasa (13/9/2022).

Selain bentuk kewajiban perusahaan dalam menyampaikan keterbukaan informasi kepada masyarakat secara teratur dan berkala, kegaiatan ini juga merupakan kesempatan bagi Bank Jatim untuk menjelaskan kepada publik seputar aksi korporasi maupun perkembangan kinerja perusahaan, yang nantinya dapat digunakan sebagai pertimbangan para investor untuk mengambil keputusan dalam berinvestasi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Diketahui, selama pandemi yang telah berjalan kurang lebih hampir 2 tahun, pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat mengalami kontraksi. Namun demikian Indonesia berhasil keluar dari keadaan tersebut dan mulai mengalami pertumbuhan.

Lalu pascapandemi Bank Jatim terus menunjukkan kinerja yang positif dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year on Year/YoY). Berdasarkan kinerja Agustus 2022, aset Bank Jatim tercatat Rp100,93 triliun atau tumbuh 5,74%. Sedangkan laba bersih Bank Jatim tercatat Rp1,05 triliun atau tumbuh 3,43%, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan 7,18% (YoY) yaitu sebesar Rp86,88 triliun.

Bank Jatim juga terus mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif yaitu tumbuh 5,24% (YoY) atau sebesar Rp45,04 triliun. Pertumbuhan kredit di sektor UMKM menjadi penyumbang tertinggi yaitu tumbuh 16,09% (YoY) atau tercatat Rp5,53 triliun.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Diikuti oleh pertumbuhan kredit komersial yang tumbuh 4,73% atau tercatat Rp11,42 triliun dan kredit di sektor konsumsi yang tumbuh 3,54% atau tercatat Rp28,09 triliun.

Komposisi rasio keuangan Bank Jatim periode Agustus 2022 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 15,88%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,06%, dan Return On Asset (ROA) 1,97%.

Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman menyampaikan pertumbuhan kredit UMKM yang tinggi ditopang oleh pertumbuhan KUR.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Bank Jatim mendapatkan alokasi KUR sebesar Rp2 triliun, dan alhamdulillah sampai dengan posisi terakhir sudah mencapai Rp1,85 triliun. Artinya pencapaian kami sampai dengan akhir tahun tinggal sedikit lagi. Kami sangat yakin akan tercapai, karena potensi UMKM di Jawa Timur masih sangat besar sekitar kurang lebih 9 juta UMKM," ucap Busrul.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.