Senin, 15 Jun 2026 10:32 WIB

Antropolog: Perubahan Nama Jalan Jangan Kesampingkan Sisi Historis

Jalan Dinoyo Surabaya
Jalan Dinoyo Surabaya

jatimnow.com - Antropolog Sosial Universitas Airlangga (Unair), Linggar Rama Dian Putra, mengatakan, perubahan nama jalan tidak boleh mengesampingkan sisi historis.

Hal itu disampaikannya, terkait rencana pengubahan nama sebagian ruas Jalan Dinoyo dan Jalan Gunungsari oleh Gubernur Jatim Soekarwo.

Menurutnya, perubahan sesuatu menuju hal positif memang harus diapresiasi. "Jika akan melaksanakan pergantian, harus melibatkan banyak pihak, terlebih di Jalan Dinoyo terdapat kampung yang sudah ada sejak 1824 atau awal abad 19," ungkapnya, Kamis (8/3/2018).
 
Ia menambahkan, Dinoyo menjadi saksi sejarah bagaimana pertumbuhan Ngagel Industrial Estate pada masa akhir kolonial berjalan. Dinoyo juga menjadi tempat para pekerja di British American Tobaco serta perusahan milik Belanda yang ada di kawasan Ngagel.

"Apakah perubahan ini tidak bergesekan dengan sisi historis, itu yang harus didiskusikan bersama serta harus disosialisasikan kepada masyarakat. Agar masyarakat sekitar tahu, serta mengapresiasinya terhadap perubahan di daerah mereka yang cukup bersejarah itu," kata Linggar.

Sebelumnya, wacana pengubahan nama sebagian ruas Jalan Dinoyo serta Gunungsari oleh Gubernur Jatim Soekarwo menuai pro kontra.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Namun, tahukah jika Jalan Dinoyo yang memiliki legenda itu tidak seluruh atau sepanjang jalan yang selama ini ada akan berganti nama Jl Sunda. 

Baca Juga: BTN Gandeng UNAIR, Perkuat Literasi Finansial dan Ekosistem Kampus Digital

"Bukan seluruh sepanjang Jalan Dinoyo yang diganti. Yang berubah hanya sekitar 300 meter (Jl Dinoyo akan dipotong)," kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (7/3/2018).

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Erwin Yohanes

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.