Jumat, 12 Jun 2026 15:14 WIB

Hadapi Ancaman Krisis Dunia, Khofifah Minta ASN Terus Inovasi dan Kreatif

  • Penulis :
  • | Minggu, 11 Sep 2022 13:00 WIB
Gubernur Khofifah berswafoto bersama peserta Latsar CPNS golongan II. (Foto: Humas Pemprov Jatim/jatimnow.com)
Gubernur Khofifah berswafoto bersama peserta Latsar CPNS golongan II. (Foto: Humas Pemprov Jatim/jatimnow.com)

Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menutup Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS golongan II pada angkatan 49-52 di Kampus Stiesia Surabaya.

Pada seluruh peserta, Khofifah meminta agar melipatgandakan inovasi, dedikasi dan kreativitas dalam bekerja serta meningkatkan kepekaan terhadap dinamika krisis global dunia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Gubernur Khofifah menggambarkan, saat ini seluruh negara, sedang menghadapi tantangan ancaman krisis dunia. Mulai krisis pangan, krisis energi dan krisis keuangan.

"Saudara-saudara yang akan mengabdi menjadi bagian dari Pemprov Jatim, saya minta untuk melipatgandakan dedikasi, inovasi dan kreativitas dalam menghadapi krisis dunia," ujarnya dalam rilis, Minggu (11/9/2022).

Khofifah menambahkan, inovasi para ASN harus dimulai dari hal kecil dan berkembang menjadi pengabdian yang besar untuk membantu bangsa terlepas dari ancaman krisis, utamanya krisis pangan.

Menurutnya, cara sederhana bisa dilakukan seperti menanam apa saja yang ada di pekarangan rumah. Jika tidak memiliki pekarangan, bisa menggunakan polybag.

“Ikhtiar ini adalah langkah kecil membantu bagaimana manajemen pengendalian inflasi berbasis keluarga bisa mereka lakukan," jelasnya.

Dicontohkannya, terdapat program untuk memperluas hasil panen di tengah area yang terbatas. Maka sebagai ASN Pemprov, harus mampu melakukan inisiasi yang produktif.

Jika perlu lakukan sinergi dengan melibatkan peran dari Kepala Desa, Kecamatan, Dinas Pertanian di kabupaten/kota di Jatim, sinergi dengan berbagai ormas hingga sinergi dengan perguruan tinggi yang ada.

"Kondisi ancaman krisis dunia ini membutuhkan kecepatan kita dalam mengambil inovasi dan kreativitas. Tidak boleh lagi menunggu, karena ancaman krisis pangan global merupakan persoalan serius," terangnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Mantan Menteri Sosial itu berharap, semua pihak bisa turut serta dalam mengendalikan inflasi dari sesuatu hal yang kecil. Krisis Pangan bisa dikurangi dengan menanam sayur, rempah, cabai, tanaman obat keluarga di pekarangan. Ketika inflasi tinggi dan tidak dikendalikan dapat menurunkan daya beli masyarakat yang akan bermuara pada timbulnya kemiskinan baru di daerah.

"Inflasi harus bisa dimanage dan dikendalikan melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Inflasi ini menjadi sebuah ketakutan dan tantangan besar dari seluruh negara di dunia," tegasnya.

Terakhir, Khofifah juga berharap para ASN memiliki empati yang tinggi terhadap segala dinamika kehidupan sosial ekonomi masyarakat terutama saat seperti sekarang pasca-kenaikan BBM yang berpotensi terhadap kenaikan inflasi.

Tak hanya itu, Khofifah juga berpesan kepada seluruh ASN di Pemprov Jatim untuk senantiasa berfikir positif, optimis dan berprasangka baik bahwa dengan sinergi dan kolaborasi bisa menuju kebaikan.

“Jangan membangun prasangka negatif di antara pegawai ASN. Mari kita bangun prasangka yang baik yang konstruktif saling mengingatkan, sinergi dan kolaborasi diantara sesama pegawai ASN sehingga kinerja dan produktifitas ASN bisa dirasakan oleh masyarakat Jawa Timur," urainya.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Sementara itu Kepala BPSDM Provinsi Jatim Aries Agung Paewai melaporkan, Pelatihan Dasar (Latsar) golongan II pada angkatan 49, 50, 51 dan 52 ini diikuti sebanyak 159 orang dengan 15 formasi di antaranya Perawat Pengelola, Fisioterapis, Nutrisionis, Asisten Apoteker, Pranata Komputer, Pranata Lab, verifikator dan pengelola.

Selain itu, juga terdapat formasi arsiparis, pustakawan, paramedik verteriner, pengawas mutu pakan, pengendali organisme pengganggu tumbuhan, Petugas Aviation Security (Avsec) hingga politisi hutan.

"Kegiatan Latsar ini dimulai pada tanggal 4 Juli 2022 dan ditutup pada tanggal 10 September 2022. Kami juga memberikan penghargaan/peringkat kepada para peserta Latsar dari berbagai angkatan yang diharapkan dapat memacu semangat peserta lain," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Khofifah menerima Kartu Peserta Tabungan Dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) dari Manajer Layanan PT Taspen Persero Surabaya yang berlaku selama menjadi pejabat negara.

Selanjutnya, Khofifah juga menyerahkan Kartu Taspen kepada peserta Latsar CPNS secara simbolis.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.