Minggu, 21 Jun 2026 13:12 WIB

Pemkab Kediri Alokasikan BLT BBM untuk 300 Penyandang Disabilitas

Mas Dhito saat bertemu perwakilan organisasi disabilitas Kabupaten Kediri.(Foto : Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mas Dhito saat bertemu perwakilan organisasi disabilitas Kabupaten Kediri.(Foto : Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

Kediri - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri mengalokasikan bantuan langsung tunai (BLT) untuk memberikan pemerataan bantuan sosial bagi warga terdampak kenaikan harga BBM. Bantuan bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Penyandang disabilitas menjadi salah satu kelompok masyarakat yang mendapat perhatian dalam penyaluran bantuan sosial itu. Terdapat 300 penyandang disabilitas yang diusulkan Dinas Sosial untuk mendapatkan pencairan BLT BBM.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

"Mengingat kenaikan BBM yang cukup signifikan dan pasti akan berdampak pada elemen masyarakat salah satunya teman-teman disabilitas, dan kami menyiapkan kurang lebih ada 300 penerima manfaat," kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito dalam rilisnya yang diterima redaksi, Jumat (9/9/2022).

Untuk melakukan subsidi kenaikan harga BBM, Pemkab Kediri mengalokasikan anggaran dari APBD sebesar Rp17 miliar ditambah dana untuk cadangan sebesar Rp17 miliar.

"Jadi kurang lebih ada Rp34 miliar dana yang kami siapkan (dari APBD) untuk melakukan subsidi. Ditambah lagi dana dari pemerintah pusat Rp73 miliar," ungkapnya.

Terkait dana subsidi itu, Mas Dhito mengaku mendapat aduan masyarakat soal bansos yang dinilai masih tidak tepat sasaran. Mas Dhito pun tak menampik kemungkinan itu tetap ada dalam proses penyaluran. Pun demikian, pihaknya menegaskan dalam penyaluran BLT BBM tidak boleh ada penyelewengan atau pemotongan dalam penyalurannya.

"300 Orang yang nantinya kami alokasikan khusus, teman-teman disabilitas itu per bulan mendapat Rp150 ribu selama enam bulan ke depan. Kalau itu ada potongan, tolong laporkan kepada kami," tegasnya.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Penerima bansos merupakan kelompok masyarakat yang masuk kategori kemiskinan ekstrem dan masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Mas Dhito berharap masyarakat yang menerima BLT BBM benar-benar mereka yang membutuhkan dan merasakan manfaat adanya bansos.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri Dyah Saktiana menyampaikan, pihaknya siap menindaklanjuti instruksi Mas Dhito untuk mengcover penyandang disabilitas sebagai penerima BLT BBM.

"Kami mengajukan 300 orang. Karena ada program-program yang lainnya juga, jadi agar tidak tumpang tindih dan merata," terangnya.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Selain kalangan disabilitas, lanjut Dyah Saktiana, penerima BLT BBM adalah warga tidak mampu di luar penerima program PKH, bantuan sosial pangan dan bantuan lainnya seperti BLT DD maupun lain yang sudah diterima warga.

"Penerima BLT BBM yang kami usulkan di luar yang menerima bantuan itu, agar masyarakat yang mendapatkan ini tidak tumpang tindih, dan kita upayakan tepat sasaran," pungkasnya.

(ADV)

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.