Minggu, 21 Jun 2026 02:57 WIB

Tarif Bus Bojonegoro-Surabaya Mulai Naik, Penumpang Terpantau Sepi

Suasana Terminal Rajekwesi Bojonegoro (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Suasana Terminal Rajekwesi Bojonegoro (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

Bojonegoro - Sejumlah PO Bus di Terminal Rajekwesi Bojonegoro terpantau mulai menaikan tarif penumpang, menyusul naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Dari pantauan jatimnow.com, untuk bus AKDP, kenaikan berkisar Rp3 sampai 5 ribu. Sedangkan untuk bus AKAP, berkisar Rp20 ribu.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Septian, salah satu kondektur bus jurusan Bojonegoro-Bungurasih menyebut, kenaikan tarif terjadi sejak Minggu (4/9/2022). Hal itu berdasarkan kesepakatan dari PO bus, menyusul naiknya harga solar.

"Tarif dari Terminal Bojonegoro sampai Bungurasih, yang awalnya Rp35 ribu sekarang menjadi Rp38 ribu. Ada pula yang Rp40 ribu," ujar Septian, Senin (5/9/2022).

Menurut Septian, sejak tarif naik, belum diketahui pengaruhnya terhadap naik turunnya jumlah penumpang. Sebab penumpang masih sepi seperti sebelumnya. Sebab saat ini semakin banyak orang yang menggunakan kendaraan pribadi dan naik kereta api.

"Beberapa memang ada yang komplain, tapi akhirnya memaklumi," kata dia.

Sementara Kardi, kondektur bus jurusan Bojonegoro-Osowilangon, Surabaya menambahkan, saat ini awak bus masih bingung lantaran belum ada surat edaran resmi mengenai ketetapan tarif untuk kendaraan umum dari pemerintah.

"Awalnya Rp25 ribu, sekarang Rp30 ribu. Mau tidak mau harus naik. Kita pasrah saja, kondisinya memang seperti ini penumpang sepi, bisa setor sudah alhamdulillah," ungkapnya.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

Kepala Terminal Rajekwesi Bojonegoro, Budi Sugiharto mengatakan bahwa pihaknya juga belum menerima surat edaran penyesuaian tarif angkutan umum pasca-kenaikan harga BBM.

"Saya belum dapat info aturan pemerintah yang resmi tentang tarif bus, terkait kenaikan tarif BBM. Namun ada kenaikan dari pihak bus," jelas Budi.

Budi menyebut, kenaikan harga untuk bus AKDP mulai Rp3 sampai 5 ribu. Sedangkan untuk bus AKAP sebesar Rp20 ribu.

"Ini berdasarkan survei dari penumpang," bebernya.

Baca Juga: Terungkap, Ini Biang Kerok Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro

Salah satu penumpang, Wahyudi mengaku keberatan dengan naiknya tarif penumpang bus itu. Katanya, untuk pulang pergi Bojonegoro-Surabaya, dia harus merogoh kocek Rp80 ribu.

Meski begitu, dia hanya bisa pasrah dan mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan. Dia berharap keputusan pemerintah menaikan harga BBM ini hanya bersifat sementara.

"Mau gimana lagi, kita rakyat biasa ya ikut aturan saja," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.