Rabu, 17 Jun 2026 03:57 WIB

Konferensi AAUF di Unida Gontor Bahas 3 Poin Kerjasama Antar Negara

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 22 Jul 2018 17:25 WIB
Delegasi AAUF berfoto bersama di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.
Delegasi AAUF berfoto bersama di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.

jatimnow.com - Konferensi International Afro-Asian University Forum (AAUF) yang digelar di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Minggu hingga Senin (22-23/7/2018), diikuti oleh 15 negara.

Perwakilan negara tersebut antara lain Pakistan, Sudan, Maladewa, Brunei Darussalam, Chad, Tarthaztan, Uganda, Aljazair, Yordania, Tunisia, Bangladesh, Sri Lanka, Thailand, Malaysia, dan Mesir.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Pembukaan AAUF langsung dilakukan oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, Minggu (22/7/2018).

"Saat ini pembahasannya tentang pendidikan. Peran universitas di negara Asia dan Afrika. Mengenai masalah pembangunan dan peradaban," terang Menlu, Retno.

Menurutnya, pada AAUF akan ada 3 poin yang dibahas, yakni pendidikan, demokrasi dan terakhir masalah ekonomi.

Ia menjelaskan, poin pertama tentang pendidikan itu paling penting. Apalagi terkait perdamaian dan toleransi. Sementara, masalah demokrasi terkait pemerintah yang bijak.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Terakhir, masalah ekonomi. Hal itu yang pokok, agar Indonesia bisa berkompetisi dengan negara lain.

“Saya kira Gontor ini sebagai salah satu contoh kemandirian yang dibangun, tak lupa kita pun juga harus mendukung Palestina terutama dalam bidang pendidikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Darussalam Gontor Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi menambahkan, jika dulu dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) menghasilkan Dasasila Bandung, membahas terkait penjajahan. Sekarang bukan lagi penjajahan secara fisik namun secara akademis dan intelektual.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

“Kita menggugah konferensi Afro-Asia ini untuk membebaskan kita dari penjajahan intelektual, kita harus meningkatkan intelektual research dan teknologi supaya kita bisa sejajar dengan negara lain,” pungkas dia.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.