Selasa, 16 Jun 2026 17:52 WIB

Harga Naik, Solar di Tuban Mulai Langka, Nelayan Sulit Melaut

Ilustrasi. (Foto: Dok. jatimnow.com)
Ilustrasi. (Foto: Dok. jatimnow.com)

Surabaya - Putusan Presiden RI Joko Widodo menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) berimbas pada kelangkaan Solar di Kabupaten Tuban. Akibatnya, para nelayan di Kota Wali itu kini memilih tak melaut, karena kelangkaan solar.

Hal itu diungkapkan, Nur Yanto, salah satu nelayan asal Palang, Tuban.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Untuk nelayan pancing seperti saya membutuhkan 40 liter Solar. Namun hanya boleh membeli di SPBU sebanyak 20 liter. Itupun langka," ucap Nur Yanto, Senin (5/9/2022).

Kalaupun ada, lanjut Yanto, para nelayan harus mengantre di SPBU minimal satu jam untuk memperoleh solar yang di butuhkan.

"Saya harus menunggu sekitar satu jam untuk mendapatkan Solar guna kebutuhan melaut," lanjut Yanto.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Jatim Nur Azis mengatakan, kebijakan baru yang dikeluarkan pemerintah itu selayaknya diiringi dengan solusi bagi rakyat kecil.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Anggota Komisi D DPRD Jatim Nur Azis. (Foto: dok)Anggota Komisi D DPRD Jatim Nur Azis. (Foto: dok)

"Padahal Tuban penyumbang ekonomi laut terbesar, harusnya pemerintah perhatikan itu," ucap Nur Azis di kantor DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya.

Politisi PKB itu juga mengaku, para nelayan di Tuban mulai kesulitan untuk membeli Solar. Dari cerita para nelayan, ada regulasi tertentu bagi untuk bisa membeli Solar di SPBU.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Nelayan sangat kesulitan untuk mendapatkannya BBM karena untuk mendapatkan harus ada persyaratan yang membuat nelayan sulit membelinya," tegasnya.

Ia meminta, pemerintah segera turun tangan untuk mengurai kelangkaan Solar yang terjadi akibat kenaikan BBM itu.

"Harusnya nasib nelayan ini diperhatikan dengan membuat regulasi khusus untuk menyejahterakan rakyat," tandas pria kelahiran Tuban itu.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.