Selasa, 16 Jun 2026 14:24 WIB

Aksi Demo BBM di Jombang, Mahasiswa Digelandang ke Kantor Polisi

Masa aksi unjuk rasa dari mahasiswa yang dipaksa oleh polisi untuk bubar dan dibawa ke Polres Jombang. (Foto: Elok Aprianto)
Masa aksi unjuk rasa dari mahasiswa yang dipaksa oleh polisi untuk bubar dan dibawa ke Polres Jombang. (Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Aksi unjuk rasa 12 mahasiswa dari Universitas Darul Ulum (Undar) menolak rencana kenaikan harga BBM oleh pemerintah dibubarkan paksa polisi.

Aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa di depan kantor DPRD Jombang itu, dianggap mengganggu arus lalu lintas. Sehingga polisi mengamankan para mahasiswa ke Polres Jombang.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Aktivitas SPBU di Probolinggo Normal

Koordinator aksi mahasiswa, Abdul Hasan menjelaskan rencana kenaikan harga BBM oleh pemerintah ini bisa berdampak pada masyarakat kecil. Sehingga mahasiswa menolak rencana tersebut.

"Semuanya menuntut agar pemerintah tidak menaikkan harga BBM," ungkap Abdul pada sejumlah jurnalis, Kamis (1/9/2022).

Lebih lanjut ia mengatakan solusi mahasiswa adalah memaksa dewan untuk melakukan kontrol pada pemerintah.

"Mereka (dewan) harusnya turun bukan malah senyam-senyum saja di kursinya sendiri," bebernya.

Ketika ditanya dampak apa yang terjadi pada masyarakat apabila BBM harganya dinaikkan. Abdul mengaku akan banyak masyarakat yang terdampak saat pemerintah jadi menaikkan harga BBM.

Baca Juga: Kader NasDem Jember Desak Dewan Pers Sanksi Majalah Tempo

"Dampaknya pada petani, nelayan, ojek, supir angkot yang mana di situ harus memakai bahan bakar minyak, Pertalite, Pertamax yang itu harganya sudah naik. Apa kita hanya diam saja," ujar Abdul.

Saat ditanya mengapa mahasiswa dibawa ke Polres Jombang, Abdul mengaku tidak tahu kenapa ia didorong polisi sampai ke kantor polisi.

"Kita gak tahu kenapa bisa sampai didorong-dorong oleh bapak Polisi. Kita demo di depan DPR, kita didorong sampai ke kantor polisi," bebernya.

Baca Juga: Demo Rakyat Jawa Timur Menggugat Batal, Posko Ditutup

"Kami akan tetap melakukan aksi yang berjilid-jilid dengan melibatkan masa mahasiswa yang lebih besar di sini," tukasnya.

Kini para mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa tersebut diamankan polisi di Polres Jombang.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab mereka diamankan. Lantaran belum ada keterangan resmi dari Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.