Selasa, 23 Jun 2026 01:16 WIB

Rehab Pendopo Panjalu Jayati, Mas Dhito Ingin Kembalikan Fungsi-Bentuk Semula

Pendopo Panjalu Jayati Kediri (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Pendopo Panjalu Jayati Kediri (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

Kediri - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri merehab Pendopo Panjalu Jayati yang berlokasi di Jalan Brigjen Katamso, Kota Kediri. Ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi dan bentuknya seperti semula.

Rehabilitasi pendopo yang dimulai hari ini, Senin (29/8/2022) tersebut diinisiasi oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito). Dia menginginkan bangunan pendopo yang terbuka, tidak ada tembok dan jendela kaca seperti terlihat selama ini.

Baca Juga: Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

"Inisiasi dari Mas Dhito, Tahun 2022 ini Dinas Perkim mendapatkan tugas untuk melakukan rehab pendopo dikembalikan fungsi dan bentuknya seperti semula. Bahwa pendopo ini rumah masyarakat yang memiliki arti keterbukaan," jelas Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kediri, Agus Sugiarta.

Menurut Agus, selain bagian dinding pendopo yang dihilangkan supaya masyarakat bebas untuk masuk, lantai pendopo juga akan dinaikkan dan diganti mengunakan granit. Kemudian bagian atap akan dinaikkan, serta bagian langit-langit diganti motif kayu.

"Proses pelaksanaannya diperkirakan empat bulan sampai akhir Desember Tahun (2022) ini," ungkap Agus.

Sebelum proses pengerjaan rehabilitasi dimulai, dilakukan selamatan di dalam Pendopo Panjalu Jayati. Untuk mengawal rehabilitasi, Mas Dhito pun meminta Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4) memantau, agar tidak dilakukan asal-asalan.

Ketua DK4 Imam Mubarok menerangkan, Pendopo Panjalu Jayati dibangun awal Tahun 1800-an pada masa bupati pertama, Pangeran Slamet Poerbonegoro yang merupakan putra ke-8 Pangeran Alap-Alap Samber Nyowo.

Baca Juga: Munas-Konbes NU Dibuka Malam Ini, Presiden Prabowo Hadir Saat Penutupan

Bangunan pendopo diakui telah beberapa kali mengalami renovasi. Pertama di awal Tahun 1930-an, di mana konsep pendopo semula sama dengan di Puri Mangkunegaran, Surakarta.

Kemudian, pada 1966, pendopo berubah dengan adanya sekat kaca kecil-kecil, tapi tetap mempertahankan 8 soko guru yang ada. Pada 1994, pendopo juga mengalami perubahan pada bagian atas.

"Kalau dalam konsep masuk dalam cagar budaya atau tidak, ini tidak masuk karena sudah ada perubahan," terangnya.

Baca Juga: Kemensos Puji SMA SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School Gagasan Mas Dhito

Berdasarkan amanat UU 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya, bangunan masuk dikatakan sebagai cagar budaya jika usia pemanfaatannya minimal 50 tahun. Namun bangunan Pendopo Panjalu Jayati telah beberapa kali dilakukan perubahan.

"Ketika dimintai pertimbangan oleh Mas Dhito, ini sudah bisa direnovasi. Kita hanya melakukan revitalisasi terhadap pendopo ini, yang harus dipertahankan adalah pringgitan," tandasnya.

(ADV)

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Hilang Kendali, Dua Pemotor Asal Nganjuk Tewas Terjun ke Waduk Kalimati Sidoarjo

Dua pengendara motor tewas tenggelam usai tercebur ke Waduk Kalimati, Prambon, Sidoarjo. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad keduanya pada Senin dini hari.