Kamis, 18 Jun 2026 16:24 WIB

Babubam Bag Buatan Mahasiswa di Surabaya Lolos PKM Kemendikbud-Ristekdikti

Empat mahasiswa Unusa menunjukkan Babubam Bag yang memperoleh dana PKM Kemendikbud-Ristekdikti (Foto: Kesar for jatimnow.com)
Empat mahasiswa Unusa menunjukkan Babubam Bag yang memperoleh dana PKM Kemendikbud-Ristekdikti (Foto: Kesar for jatimnow.com)

Surabaya - Empat Mahasiswa dari Fakultas Ekonomi Bisnis Teknologi Digital (FEB-TD) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) lolos Program Krativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Kemendikbud-Ristekdikti dengan membuat Babubam Bag (Batik Buget Bambu Bag).

Empat mahasiswa itu adalah Firdeana Fitrotul Ula, Sifa Imroatun Jannah, Anggih Nur Hamidah, ketiganya dari prodi S1 Akuntasi, serta Agung Firmansyah dari prodi S1 Manajemen.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Koordinator kelompok, Firdeana Fitrotul Ula menjelaskan, Babubam Bag merupakan tas fashioneble cocok untuk remaja dengan menggabungkan antara anyaman bambu dan kain batik. Selain itu bahan yang digunakan pun terbuat dari bahan ramah lingkungan.

"Yang pasti kami design tas ini up to date dengan tren tas yang saat ini digandrungi anak anak muda hingga orang dewasa," ungkap Firdeana, Senin (29/8/2022).

Dia mengungkapkan, ide awal tas ini bermula ketika dirinya bersama teman-temannya berkunjung ke sebuah desa di Lamongan, di mana mayoritas masyarakatnya menjadi pengrajin bambu seperti besek hingga kipas.

Kemudian ia berinisiatif mendesain dengan memadukan antara besek dan kain batik perca menjadi sebuah benda bernilai jual.

"Di sana kami juga sempat belajar menganyam bambu selama dua bulan. Kami mencoba membawa karya anyaman itu menjadi tas berbahan dasar yang ramah lingkungan dan memiliki nilai fashioneble dan bisa dijual," terangnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Dia mengaku menggunakan cara manual, sehingga produksi tas tersebut masih dalam jumlah tidak banyak.

"Karena proses pembuatan ini selama tiga bulan, mulai dari menganyam hingga pembuatan tas semuanya dilakukan secara handmate tanpa alat apa pun," ungkap Firdeana.

Menurut Firdeana, proses perawatan tas tersebut setelah dipakai yaitu cukup diletakkan pada suhu ruangan dan sering dibersihkan atau dilap.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Untuk menghindari jamur hingga penyerbukan alami dari bambu tersebut. Tas tersebut cukup dijemur. Jika semakin sering dijemur, akan terlihat semakin bagus dan tas akan lebih awet," ungkapnya.

Tas yang memiliki nilai estetik ini dibandrol dengan harga Rp95 ribu dengan ukuran 14x18 sentimeter. Sedangkan pemasarannya melalui media sosial seperti Instagram @babubambag.

"Kami sekarang masih menerima pembelian secara pemesanan terlebih dahulu atau PO baru bisa kami buat," terang Fierdiana.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.