Kamis, 18 Jun 2026 01:32 WIB

Mas Dhito Tegas Menolak Pengadaan Barang dan Jasa Tidak Sesuai Spesifikasi

Mas Dhito saat bertemu Satgas Wilayah III Koordinasi dan Supervisi KPK di Pemkab Kediri. (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mas Dhito saat bertemu Satgas Wilayah III Koordinasi dan Supervisi KPK di Pemkab Kediri. (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

Kediri - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengajak jajarannya untuk tegas mencegah timbulnya tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian negara. Salah satunya dengan menolak pengadaan barang dan jasa yang tidak sesuai.

Mas Dhito, sapaannya, mengharapkan dalam pengadaan barang dan jasa, antara pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Pokja harus menjadi satu kesatuan.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

"Di dalam Pokja saya minta mulai hari ini diwajibkan harus ada dinas terkait, lalu peran dan fungsi PPK, saya minta pada setiap termin pembayaran, begitu PPK turun ke lapangan dan tidak sesuai spesifikasi, tolak barangnya," tegas Mas Dhito, Kamis (25/8/2022).

Hal itu disampaikan Mas Dhito kepada jajaran SKPD dan UKPBJ, yang berkaitan pengadaan barang dan jasa, saat pertemuan bersama Satgas Wilayah III Koordinasi dan Supervisi KPK di Ruang Pamenang Pemkab Kediri.

Pertemuan dilakukan dalam rangka rapat koordinasi pencegahan tindak pidana korupsi 2022, untuk penguatan penggunaan APBD dan PBJ Pemerintah Kabupaten Kediri.

"Andai kata penawaran 65,70 persen itu yang menang tapi ternyata spek atau kualitasnya itu tidak bagus maka di situ kerugian keuangan negara pun terjadi," tutur Mas Dhito.

Mas Dhito mengungkapkan, saat kepemimpinannya tidak pernah terjadi pengkondisian dalam hal apapun. Setiap proyek atau tender harus melalui tahapan yang fair atau sesuai aturan yang berlaku.

"Maka hasil yang didapatkan, penawaran harga ini selalu melampaui 20 persen," ungkapnya.

Sementara Kasatgas Wilayah III Koordinasi dan Supervisi KPK RI Irawati menyampaikan, Monitoring Center Prevention (MPC) sebagai upaya pencegahan korupsi pada pemerintah daerah. Ada 8 area untuk perbaikan tata kelola pemerintahan.

Delapan area itu meliputi perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, perizinan, manajemen ASN, tata kelola dana desa, penguatan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), optimalisasi pajak daerah, manajemen aset daerah.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

"Kami mendorong proses perencanaan yang selama ini dilakukan Bappeda yang patut dijaga adalah keselarasan visi misi Bupati dengan seluruh masukan atau dengan pikir yang diberikan anggota dewan," terangnya.

Berbicara mengenai anggaran, lanjutnya, melihat seberapa jauh efektivitas penyusunan standar harga satuan (SHS). Hal ini dirasa penting karena selama ini sering terjadi satuan harga tidak dihitung secara efektif dan cenderung lebih tinggi.

"Setiap kegiatan di pemerintahan yang selalu dilakukan harus sudah punya standar analisis biaya," tambahnya.

Termasuk dalam hal pengadaan, lanjut Irawati, sejak perencanaan sudah bisa dilihat mana yang bisa dilakukan proses konsolidasi. Konsolidasi yakni kegiatan yang dapat digabungkan untuk kegiatan yang sejenis.

Tujuannya untuk meminimalisir pengadaan langsung di tiap SKPD yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Karena dalam UU Tindak Pidana Korupsi, salah satu spesifik delik tindak pidana adalah benturan kepentingan dalam pengadaan.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

"Jadi proses perencanaan harus bisa dilihat mana-mana yang bisa dilakukan penggabungan," ucapnya.

Menindaklanjuti pesan Mas Dhito, tambah Irawati, ketika dalam pelaksanaan hasil kegiatan tidak sesuai perencanaan, yang tak terjadi di berbagai daerah kepala daerah bakal menerima protes masyarakat.

SHS sejak awal harus dibuat spesifik karena akan mempengaruhi harga perkiraan sendiri (HPS). Sedang HPS yang dibuat PPK, faktanya masih banyak yang dibuat oleh jasa konsultan perencana.

"Dalam membuat HPS, rekan-rekan PPK dapat meminta bantuan inspektorat sebelum melakukan pengadaan dilakukan klarifikasi setiap item harga yang diajukan," tegasnya.

(ADV)

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.