Minggu, 21 Jun 2026 01:37 WIB

Lahan Tidur di Surabaya Bakal Dikelola Swasta, Tenaga Kerjanya MBR

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Riswanto.(Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Anggota Komisi B DPRD Surabaya Riswanto.(Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Lahan tidur milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal dipinjamkan untuk dikelola swasta. Hal itu diungkapkan anggota Komisi B DPRD Surabaya Riswanto usai menggelar rapat dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Surabaya dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Surabaya di kantornya.

"HIPMI dan Kadin menyampaikan bahwa lahan yang mau digarap mereka kayaknya mengarah ke urban farming," ujar Riswanto, Kamis (25/8/2022).

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Nantinya pengelolaan lahan akan menggunakan sistem sewa. Untuk tahap awal, Riswanto menyebut waktu sewa akan dimulai dari 5 tahun pertama. Menariknya dari pengelolaan HIPMI dan Kadin, tenaga kerja akan diambil dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"HIPMI dan Kadin menjelaskan, nantinya yang mengerjakan itu seluruhnya dari warga MBR. Ini sesuai dengan visi dan misi wali kota,” jelas politikus PDIP itu.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Sistem sewa untuk memudahkan pemkot melakukan pengawasan dan perhitungan. Saat ini, Pemkot Surabaya mempunyai 4 sampai 5 aset lahan tidur yang berpotensi untuk dikerjakan. Namun untuk titik awal, lahan tidur yang akan dikelola berada di wilayah Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya.

"HIPMI dan Kadin baru menyanggupi satu aset, yaitu di Kelurahan Jeruk. Dengan luas lahan 3,5 hektare. Rencananya digunakan beberapa core business di antaranya urban farming," terangnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Riswanto berharap kerja sama antara Pemkot Surabaya dan swasta bisa saling menguntungkan antarkeduanya.

"Yang penting bisa menambah PAD Kota Surabaya. Lebih penting lagi menambah pendapatan warga MBR,” tandasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.