Minggu, 21 Jun 2026 01:38 WIB

Dear Pemerintah, Beras Bansos di Jombang untuk Pakan Ayam karena Tak Layak Makan

Salah satu KPM asal Desa Keras, Diwek Jombang, yang memilih beras Bansos Pangan dijadikan pakan ayam. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Salah satu KPM asal Desa Keras, Diwek Jombang, yang memilih beras Bansos Pangan dijadikan pakan ayam. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Beras bantuan sosial (Bansos) pangan di Kabupaten Jombang, yang diberikan pada keluarga penerima manfaat (KPM) tak layak konsumsi. Beras itu dijadikan pakan ayam peliharaan KPM

Kondisi beras Bansos pangan yang diterima para KPM di Dusun Mejono, Desa Keras Kecamatan Diwek terlihat berwarna kuning dan berbau apek.

Baca Juga: Bulog Tulungagung Percepat Penyaluran Bantuan Pangan dan Distribusi Beras SPHP

Seperti diungkapkan oleh S (45) salah satu KPM asal Dusun Mejono. Menurutnya beras Bansos yang diberikan untuk bulan Juni dan Juli itu tak layak konsumsi.

"Saya dapat 15 kilogram kemarin. Ya begini, kondisinya agak kekuning-kuningan,’’ ujar S pada sejumlah jurnalis, Rabu (28/8/2022).

Lebih lanjut S menjelaskan selain kusam, beras yang diterimanya juga berbau sedikit apek. Apalagi saat dicuci dengan air menimbulkan bau menyengat.

Ia menduga, beras yang diterima warga kualitasnya rendah. Hal itu dirasakan saat ia bersama keluarganya mengkonsumsinya.

"Saya nerima kemarin pagi, tadi malam sudah saya makan dan rasanya sepoh (hambar),’’ katanya.

Dikatakan S, beras dengan kondisi seperti itu harusnya cocok digunakan untuk lontong. Bukan untuk konsumsi sehari hari.

Baca Juga: Komisi III DPR RI Cek Stok dan Kualitas Beras di Gudang Bulog Candirejo Nganjuk

Ia menyebut, pada penyaluran Bansos pangan kali ini hanya menerima tiga komoditi masing-masing bawang putih 0,5 Kg, beras 15 Kg dan telur telur 20 butir dengan kisaran berat 1,25 Kg.

"Kalau bulan bulan sebelumnya, ada daging ayam dan kacang hijau. Kali ini tidak,’’ pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan M (57). Ia menyebut beras yang diterima kali ini berwarna agak kekuning-kuningan. Beberapa KPM lain juga menerima dengan kondisi serupa. Sebagian ada yang memilih untuk ditukar dengan beras yang kualitasnya lebih bagus, sebagian lagi tetap membawa pulang.

"Ada yang berwarna agak kehitam hitaman. Dan sudah ditukar kemarin,’’ bebernya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Selain itu, M menjelaskan beras yang ia terima sempat ia masak namun saat dimakan tidak ada rasanya. Kondisi berasnya berwarna kuning dan bau apek.

"Tadi pagi sempat dimasak tapi tidak ada rasanya saat dimakan," ujarnya.

Ia mengaku khawatir dengan beras yang dikonsumsinya akan mengganggu kesehatan. Sehingga ia memilih untuk dijadikan pakan ayam.

"Ya digunakan sebagai pakan ayam, karena sayang kalau beras dibuang begitu saja," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.