Selasa, 23 Jun 2026 13:38 WIB

Ikuti Yuk! BEM Fisip UMPO Gelar Lomba Foto Jalan Rusak

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 23 Agu 2022 13:32 WIB
Jalan rusak di Ponorogo.(Foto: Mita Kusuma)
Jalan rusak di Ponorogo.(Foto: Mita Kusuma)

Ponorogo - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) menggelar lomba fotografi yang tak biasa. Objek yang digunakan bukan lagi perempuan cantik maupun keindahan pemandangan alam. Melainkan jalan rusak.

Peserta yang diperbolehkan ikut adalah pelajar SMA/sederajat. Mereka harus mengunggah hasil jepretanya ke media sosial Instagram. Setiap foto wajib disertai keterangan, misal jalan rusak di mana.

Baca Juga: Satu Abad Gontor: Wamenag Puji Peran Pesantren Cetak Generasi Mendunia

“Tidak ada tendensi apa-apa. Ini memang pure pengalaman pribadi dari teman-teman BEM ketika mau rapat ada yang jatuh karena lubang jalan,” ujar Ketua BEM FISIP UMPO Muhammad Ridwan Ramadhani, Selasa (23/8/2022).

Ridwan menambahkan, tema fotografi yang diambil juga merupakan keresahan teman-teman di pelosok. Mereka kerap melewati jalan rusak dan merindukan melintasi jalan yang halus. Lomba foto juga sebagai bentuk kepedulian sosial masyarakat di daerah masing-masing. Bahwa ada jalan rusak di sekitar rumahnya.

“Golnya adalah kami share jalan yang rusak itu di daerah a, daerah b. Jalan rusak itu bukan isu, tapi memang ada. Bisa disebut kritik kami,” bebernya.

Lomba dibuka pada 13-27 Agustus 2022. Hingga sekarang sudah ada 6 peserta yang mengikuti lomba.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Sementara itu, pemerhati masyarakat Ayub Dwi Anggoro mengatakan bahwa kegiatan lomba foto ini karena memang nyata ada jalan rusak. Apakah dianggap kritik kepada pemerintah tentang kinerja belum naik, tergantung interpretasinya. Ini adalah bagian mengingatkan pentingnya jalan di Ponorogo untuk segera diperbaiki. Persoalan anggaran bagaimana memperbaiki jalan itu, bukan urusan warga masyarakat

Sarannya, jika ada kendala harusnya komunikasi publik dari pemerintah harus clear. Jadi masyarakat mengerti, kenapa sampai saat ini tidak segera dieksekusi.

“Edukasi dan literasi itu seharusnya disampaikan ke warga. Bukan terkesan tertutup atau janji-janji yang belum tentu kepastian,” pungkasnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Sekedar diketahui, dari 1.500 kilometer jalan di bawah naungan Pemkab Ponorogo, hanya ada 678 kilometer atau sekitar 45.21 persen yang kondisinya baik. Sedangkan sisanya, 54.79 persen atau sekitar 822 kilometer dalam kondisi rusak.

Untuk memperbaiki jalan bakal merealisasikan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022 senilai Rp155 miliar. Hal ini dibuktikan dengan lelang 51 paket pekerjaan perbaikan jalan, yang resmi dirilis Unit Layanan Pengadaan (ULP) Ponorogo di laman Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) Pemkab Ponorogo.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.