Sabtu, 20 Jun 2026 06:14 WIB

Cek Sanitasi Warga, Mas Dhito Targetkan 100 Persen Masyarakat Kediri ODF 2024

Mas Dhito saat mengecek langsung sanitasi warga (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mas Dhito saat mengecek langsung sanitasi warga (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

Kediri - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) mengecek sanitasi dan jamban penerima manfaat bantuan stimulan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Mas Dhito mentargetkan 100% masyarakat di Kabupaten Kediri Open Defecation Free (ODF) atau tidak buang sampah sembarangan pada tahun depan.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Hal itu disampaikan Mas Dhito saat mengikuti Deklarasi ODF di Balai Desa Badas, Kecamatan Badas, Senin (22/8/2022).

"Program ini pada intinya mengintervensi supaya perilaku hidup masyarakat higienis atau terbebas dari penyakit-penyakit lingkungan," terang Mas Dhito.

Menurutnya, kesadaran masyarakat akan buang air di jamban atau toilet sudah meningkat. Namun dari capaian 77% masyarakat yang masuk dalam ODF ini perlu ditingkatkan. Mas Dhito bahkan mentargetkan 100% masyarakatnya harus buang air besar di jamban Tahun 2024.

"Ini harus menjadi perhatian bagi kepala desa dan camat di Kabupaten Kediri. Target saya Tahun 2024, dari sisa 23 persen tersebut harus buang air pada tempatnya," tuturnya.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Mas Dhito menambahkan, terdapat 5 instrumen atau pilar program STBM tersebut. Yakni tidak buang air besar sembarangan, mencuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dan makanan yang aman, mengelola sampah rumah tangga dengan aman, serta mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman.

Di mana dengan kelima instrumen itu, diharapkan dapat mewujudkan kondisi sanitasi total melalui pemberdayaan masyarakat.

Sementara dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri, hingga Agustus 2022, sebanyak 7 kecamatan dan 173 desa atau total 268 desa telah masuk dalam kategori ODF.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Kepala Dinkes Kabupaten Kediri, Achmad Khotib menjelaskan, dibanding tahun lalu, kesadaran masyarakat untuk tidak buang air besar sembarangan ini sudah cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan 53 desa yang masuk dalam kategori desa ODF di 2022 ini.

"Tahun ini ada kemajuan tingkat kesadarannya dibanding Tahun 2021 kemarin. Ada penambahan 53 desa," katanya.

(ADV)

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.