Kamis, 18 Jun 2026 14:48 WIB

Kenang Perjuangan Masa Sekolah, 3 Anggota DPRD Ponorogo Bernostalgia SDN Sragi

Siswa di SDN Sragi bersalaman dengan 3 anggota dewan (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Siswa di SDN Sragi bersalaman dengan 3 anggota dewan (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Fenomena sekolah dasar negeri (SDN) di pinggiran hanya mempunyai siswa sedikit bermunculan. Bahkan beberapa tutup dengan sendirinya karena tidak ada siswa baru.

Hal itu juga dialami di Kabupaten Ponorogo. Hanya ada 1 SDN yang memenuhi pagu saat penutupan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) secara online.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Selebihnya, ada sekolah yang tidak mendapatkan siswa. Ada juga yang mempunyai satu siswa, dua siswa, atau tiga siswa saja.

Tetapi, sekolah di pinggiran kota itu ternyata juga ada yang mencetak pejabat. Seperti di SDN Sragi di Kecamatan Sukorejo. Dari 45 anggota DPRD Kabupaten Ponorogo, 3 diantaranya adalah lulusan SDN Sragi. Mereka menyempatkan diri datang ke SDN Sragi.

Kedatangan tiga legislator yang terdiri dari Ketua DPRD Ponorogo Sunarto alumnus 1985, anggota DPRD Isnaini almunus tahun 1990 dan Mujiatin alumnus 1989 ini pun disambut gembira oleh 70 siswa SDN Sragi.

Tak hanya ikut dalam upacara bendara, tiga wakil rakyat ini pun ikut bercengkrama dengan puluhan siswa yang juga hari ini menggunakan pakaian profesi, Senin (22/8/2022).

Ketua DPRD Ponorogo Sunarto mengatakan, selain dalam rangka reuni sekolah, kedatangan ia dan dua rekannya ini juga sekaligus untuk memotivasi para siswa untuk giat belajar dan bersungguh-sungguh dalam mengejar cita-cita agar dapat menjadi seperti dirinya.

“Saat ini banyak yang pilih ke kota. Ke sekolah favorit. Sebenarnya sekolah dimanapun tergantung pribadi masing-masing,” ujar Sunarto.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Tidak sedikit siswa di sekolah favorit tidak berhasil. Banyak juga yang favorit berhasil juga. Tidak sedikit sekolah biasa tidak terkenal tapi berhasil.

Sebenarnya,kata dia, ukuran keberhasilan tidak hanya jabatan, pangkat, kaya atau tidak. Tapi bisa memberikan pendidikan kepada semua.

"Kedatangan kami di sekolah masa kecil kami dulu ini, untuk memotivasi para siswa yang menuntut ilmu di sini," ungkap Sunarto.

Politisi Partai NasDem ini juga mengungkapkan, sebelum seperti sekarang ini, dahulu banyak pengorbanan yang ia lakukan untuk meraih cita-cita. Terlebih dengan kondisi sekolah yang berada di pinggiran kota, tak hanya jalan yang rusak dengan kondisi sekolah yang ala kadarnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Dulu tidak sebagus saat ini, jalan disini masih rusak, apa lagi sekolah ini dulu Inpres, listrik aja baru masuk disini tahun 1994," kata dia.

Dia mengaku bila ke sekolah harus berjalan kaki kurang lebih 1 kilometer. Dia juga harus melintasi sungai. Jika airnya sedang tinggi, Sunarto juga menyeberangi sungai yang tingginya selutut.

Sunarto berharap, kendati berada di pinggiran kota dengan fasilitas sekolah yang kurang lengkap dengan sekolah kota, namun para siswa diminta tidak putus asa dalam mengejar cita-cita. Buktinya, walau bersekolah di SD Sragi ini namun ia dan teman-temanya berhasil menjadi seorang anggota dewan.

"Jadi kami berharap para murid tidak minder, dimana pun sekolahnya asal bersungguh-sungguh dalam belajar, Insya Allah akan terwujud cita-citanya," imbaunya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.