Senin, 15 Jun 2026 17:28 WIB

Murid SDN Nongkodono Ponorogo Terpaksa Belajar Beratapkan Terpal

Sekolah beratap terpal.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Sekolah beratap terpal.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Daftar sekolah rusak di Kabupaten Ponorogo terus bertambah. Kali ini adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nongkodono di Kecamatan Kauman.

Pantauan lokasi, 2 ruang kelas di SDN Nongkodono kerangkanya roboh. Satu ruang kelas lain juga nyaris roboh. Sebab kayu usuk sudah lapuk dimakan rayap.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Kondisi tersebut membuat pihak sekolah menurunkan paksa genting. Sebagai gantinya, pihak sekolah menutup atap dengan terpal berwarna biru. Para murid pun terpaksa belajar beratapkan terpal. Sedangkan satu ruang lagi digunakan untuk salat Dhuha secara bergantian.

Kondisi tersebut membuat para murid merasa kepanasan saat siang. Terkadang, mereka harus pindah ke perpustakaan.

“Yang kami kasih terpal untuk ruang kelas 4 dan 5. Kami kosongkan, hanya kami gunakan untuk salat Dhuha. Tetapi kalau hari ini digunakan untuk belajar,” ujar Kepala SDN Nongkodono Sutrisno, Senin (22/8/2022).

Baca Juga: Kejari Jember Periksa 20 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Dana BOS

Menurutnya, 2 kelas itu sudah mulai ambrol sejak semester 2 tahun lalu. Kemudian pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Nongkodono dan komite sekolah untuk menurunkan genteng. Setelah diturunkan, kayu atap rangka malah ambrol. Jadi untuk menyiasati kegiatan anak-anak kemudian dipasang terpal.

Saat pagi, ruangan tersebut untuk salat Dhuha karena belum terlalu panas. Tapi saat siang, suhu udara meningkat dan angin kencang.

“Belajar di perpustakaan. Di ruang beratap terpal hanya insidental saja, kegiatan yang masih pagi,” tambah Sutrisno.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Terakhir kali, SDN Nongkodono direhabilitasi pada 2008. Yakni bagian atap dan tembok ditinggikan. Pihak sekolah sudah lapor ke Dinas Pendidikan secara tertulis pada semeseter II 2021.

“Sudah kami laporkan. Sudah disurvei oleh pihak Dindik,” pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.