Selasa, 16 Jun 2026 03:28 WIB

Jalan Pacet-Trawas Mojokerto Diperlebar, Anggaran Rp2,7 Miliar Disiapkan

Pengerjaan betonisasi dan pelebaran jalan Pacet-Trawas, Mojokerto (Foto: Arda for jatimnow.com)
Pengerjaan betonisasi dan pelebaran jalan Pacet-Trawas, Mojokerto (Foto: Arda for jatimnow.com)

Mojokerto - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto melakukan betonisasi dan memperlebar Jalan Pacet-Trawas dengan biaya Rp2,7 miliar.

Pengerjaan itu dilakukan setelah DPUPR Kabupaten Mojokerto menerima banyak keluhan masyarakat karena sempitnya ruas jalan berkelok hingga dinilai rawan kecelakaan.

Baca Juga: Jasa Marga Percepat Pelebaran Ruas Tol Surabaya-Gempol

Kabid Pemeliharaan Jembatan dan Jalan DPUPR Kabupaten Mojokerto, Henri Surya mengatakan, jalan ini dibeton dan diperlebar menjadi 6 meter sepanjang 800 meter.

"Pengerjaan ini kami lakukan karena banyak keluhan dari masyarakat. Terutama terkait jalan yang sempit hingga membuat rawan kecelakaan. Karena di sana memang banyak tikungan," terang Henry, Sabtu (20/8/2022).

Henry menambahkan, pengerjaan proyek infrastruktur di antara tebing dan jurang itu tetap mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar, karena jalur tersebut rawan terjadi longsor.

Terutama saat musim penghujan tiba. Lantaran sejauh ini belum ada konstruksi penahan tebing yang dibangun di sepanjang jalur tersebut.

Baca Juga: Melihat Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja di Kota Kediri, Inovasi untuk Sanitasi Aman

Pengerjaan betonisasi dan pelebaran jalan Pacet-Trawas, MojokertoPengerjaan betonisasi dan pelebaran jalan Pacet-Trawas, Mojokerto

"Kami manfaatkan kondisi existing saja. Kami merapikan tepinya saja tidak banyak mengurangi tebing. Di situ kami lakukan pengerasan berem juga," tambahnya.

Menurut Henry, proyek dengan anggaran Rp 2,7 miliar itu dimenangkan CV Maha Putra Mulia, dan ditargetkan selesai akhir Tahun 2022. Kontraktor asal Lamongan itu masih memberikan ruang bagi pengguna jalan.

Baca Juga: Progres Pelebaran Tol Surabaya-Gempol Segmen Kejapanan Tembus 81 Persen

"Selama pengerjaan, masih bisa dilalui kendaraan umum. Namun, memang harus mengurangi kecepatan dan bergantian," terangnya.

Sementara Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko , Supangkat menjelaskan, jalur penghubung Pacet-Trawas itu masuk zona rawan longsor.

"Jalan Pacet-Trawas di wilayah Desa Cembor juga rawan longsor. Di situ sudah ada rambunya. Namun yang urgensi tinggi untuk dibangun plengsengan ada di Dusun Mligi, Desa Claket, yang masih satu jalur. Karena awal tahun ini di situ terjadi longsor berulang kali," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.