Senin, 15 Jun 2026 22:24 WIB

Ketua DPD IPSA Bawinda Lestari Raih Gelar Doktor Psikologi Ubaya

Ketua DPD IPSA Bawinda Lestari raih gelar Doktor Psikologi Ubaya (Foto-foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Ketua DPD IPSA Bawinda Lestari raih gelar Doktor Psikologi Ubaya (Foto-foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

Surabaya - Ketua DPD Indonesian Professional Speakers Association (IPSA) Bawinda Lestari meraih gelar doktor psikologi dari Universitas Surabaya (Ubaya) dengan predikat sangat memuaskan.

Gelar itu berhasil diraihnya setelah mempertahankan disertasi yang berjudul "Model Kecemasan Berbicara di Depan Umum Pada Mahasiswa: Dipengaruhi Efikasi Diri, Persepsi Kompetensi Komunikasi dan Respon Audiens Melalui Berfikir Positif Sebagai Mediator".

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

Sidang promosinya digelar di ruang serbaguna Fakultas Psikologi Ubaya, Jalan Kalirungkut, Surabaya, Jumat (19/8/2022). Sementara itu Promotor Prof Ir Joniarto Parung, Ko promotor Dr Frikson C Sinambela.

Bawinda menjelaskan, latar belakang penelitiannya itu merupakan milestone (capaian perjalanan karirnya), sehingga dia tertarik meneliti sebagai tutor pelatihan komunikasi efektif dan personality development, di mana public speaking adalah satu dari bagian keseluruhan fitur yang ada dalam ilmu komunikasi.

"Berbicara di depan umum, atau berbicara di depan orang banyak menyampaikan ide, gagasan, masukan baik itu lingkup ilmiah atau akademik menyampaikan pandangan pribadi atau kelompok. Membagikan kajian-kajian keilmuan di pentas-pentas akademik dan pendidikan lainnya," jelasnya.

Bawinda mengatakan, semasa penelitian melanjutkan studi S2 Magister Psikologi, hasrat dan minat mendalami fenomena kecemasan berbicara di depan umum di kalangan mahasiswa S2, semakin menguat. Rasa ingin tahu inilah yang dibawa ke jenjang studi S3 di Fakultas Psikologi Ubaya.

"Sejak semester pertama, sudah menyusun dan merancang tools untuk melakukan penelitian, khususnya dengan membidik kalangan mahasiswa/mahasiswi psikologi profesi (S2)," jelas perempuan yang juga menjabat Kepala Pusat Pelayanan Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya itu.

Ketua DPD IPSA Bawinda Lestari raih gelar Doktor Psikologi UbayaKetua DPD IPSA Bawinda Lestari raih gelar Doktor Psikologi Ubaya

Sehingga eksekusi penelitian itu dilakukan ketika ide sudah ditemukan. Selanjutnya adalah menyusun strategi untuk merancang piranti pendukung sebagai sarana mengumpulkan bahan-bahan awal.

Misalnya membuat pertanyaan, baik yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Daftar pertanyaan inilah, kalau dalam studi psikologi adalah satu di antara alat untuk mencari jawaban terhadap berbagai masalah umum sampai hal khusus yang terjadi saat mahasiswa berbicara di depan umum.

Di saat yang bersamaan, dirinya juga mencari referensi di berbagai literatur dan jurnal nasional dan internasional tentang kecemasan secara umum, dan kecemasan berbicara di depan umum.

Dalam penjelajahan di antara buku-buku dan jurnal, cukup banyak pembahasan yang mengulas tentang kecemasan berbicara di depan umum.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Penelitian ini dimulai dengan membuat judul sebagai upaya mempertajam kajian dalam upaya menemukan permasalahan umum, haI-hal penyebab khusus, fenomena atau bentuk kecemasan apa saja yang terjadi, faktor-faktor pemicu kecemasan berbicara di depan umum, bentuk solusi yang bisa diberikan untuk meredakan atau mengendalikan kecemasan itu, dan masukan kepada pelatih (mentor/coach public speaking).

Berkat bimbingan dan arahan Promotor Profesor, Joniarto Parung, dan Copromotor, Dr. Frikson C. Sinambela, akhirnya peneliti mendapatkan judul tersebut.

Menurut Bawinda, mengutip sejumlah literatur dan jurnal, 73% populasi di Amerika Serikat mengalami kecemasan berbicara di depan umum. Mahasiswa psikologi profesi (S2) juga mengalami hal yang sama, mereka cemas ketika diminta berbicara di depan umum.

Kondisi ini oleh banyak penelitian sebelumnya dikatakan bisa menghambat pergaulan, kehidupan sosial, ekonomi, politik, serta aktivitas akademik.

Subyek penelitian, 533 mahasiswa psikologi profesi di seluruh Indonesia. Pengumpulan data dilakukan secara daring, karena pandemi Covid-19, dan kemudian dilakukan analisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM).

Dalam kurun waktu relatif singkat, berbagai jawaban dari responden berhasil digali dan dikumpulkan. Saat pembahasan bersama promotor dan copromotor, muncul kritikan dan berbagai catatan supaya dilakukan pendalaman atau cek-ulang.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Ketua DPD IPSA Bawinda Lestari raih gelar Doktor Psikologi UbayaKetua DPD IPSA Bawinda Lestari raih gelar Doktor Psikologi Ubaya

"Simpulan mahasiwa psikologi profesi (S2) memiliki tingkat berpikir positif yang tinggi, dan cenderung mengalami kecemasan ketika berbicara di depan umum. Kesimpulannya bahwa mahasiswa psikologi profesi (S2) memiliki persepsi kompetensi komunikasi dan efikasi diri yang tinggi. Akibatnya, cenderung berpengaruh negatif terhadap kecemasan berbicara di depan umum," ungkapnya.

"Implikasi penelitian ini adalah, pihak penyelenggara pendidikan magister psikologi profesi (S2) perlu memfasilitasi program pembelajaran yang dapat meningkatkan persepsi kompetensi komunikasi, berpikir positif, dan efikasi diri para mahasiwa psikologi profesi (S2). Dengan demikian diharapkan bisa membantu para mahasiswa menurunkan tingkat kecemasan berbicara di depan umum," sambung Bawinda.

Sementara Ketua Program Studi Doktor Psikologi Ubaya, Prof. Dr. Yusti Probowati mengakui bahwa disertasi yang dilakukan Bawinda merupakan topik yang terbaru dan mendapatkan penilaian sangat memuaskan.

"Sebenarnya disertasi itu bisa diangkat dari masalah sederhana, misalnya kecemasan orang bicara di depan umum yang diangkat oleh Mbak Winda ini yang dengan latar belakangnya sebagai presenter, sehingga tema sederhana bisa dibuat ilmiah dengan bahasan yang mendalam," ungkapnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.