Sabtu, 06 Jun 2026 11:20 WIB

Umar Patek Terpidana Kasus Bom Bali Dijadwalkan Bebas Bulan ini

Umar Patek bersama Kakanwil Kemenkumham Jatim, Zaeroji dan Kalapas I Surabaya, Jalu Yuswa Panjang (Foto: Dok. Kanwil Kemenkumham Jatim)
Umar Patek bersama Kakanwil Kemenkumham Jatim, Zaeroji dan Kalapas I Surabaya, Jalu Yuswa Panjang (Foto: Dok. Kanwil Kemenkumham Jatim)

Surabaya - Narapidana kasus terorisme (napiter), Hisyam alias Umar Patek dijadwalkan bebas bersyarat bulan ini. Terpidana kasus bom Bali Tahun 2002 itu mendapat remisi kemerdekaan selama 5 bulan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kakanwil Kemenkumham) Jatim, Zaeroji mengungkapkan, Umar Patek telah menjalani 2/3 masa tahanan dari total 11 tahun kurungan, dengan perhitungan bebas pada Januari 2023.

Baca Juga: 2 Napiter di Lapas Tulungagung Ucapkan Ikrar Setia NKRI

"Saat ini beliau satu-satunya mendapat remisi selama 5 bulan. Jadi artinya sebenarnya dia sudah bisa keluar," terang Zaeroji dalam keterangan resminya, Jumat (19/8/2022).

Zaeroji menambahkan, pembebasan Umar Patek tinggal menunggu keputusan administrasi resmi dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

"Kita masih menunggu surat keputusan dari pusat. Mungkin dalam waktu dekat saya minta. Mungkin besok Kalapas melalui Kadivpas sudah bisa mengusulkan ke pusat untuk bisa memberikan remisi pembebasan bersyarat," beber dia.

Sementara Umar Patek mengaku senang dengan keringanan hukuman yang diberikan negara. Dia bersyukur telah mendapat kepercayaan, di momen HUT ke-77 Kemerdekaan RI ini.

"Alhamdulillah saya mendapatkan keringanan dari hukuman yang saya jalani. Dan yang kedua saya berterimakasih kepada Pemerintah Republik Indonesia yang telah memberikan kepercayaan pada saya dengan memberikan remisi pada Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke 77 ini," ucap Umar Patek.

Setelah dinyatakan bebas nanti, Umar Patek berkomitmen akan membantu pemerintah untuk mensosialisasikan tentang bahaya terorisme dan radikalisme.
Saat ditanya akan tinggal di mana setelah bebas, Umar Patek mengaku ada dua tempat yang bisa dipilih.

Baca Juga: Ibu Terpidana Bom Bali 1 Tak Mau Mati, Tunggu Ali Imron Bebas

"Tinggal kemungkinan di Jawa Timur atau Jawa Tengah. InsyaAllah," jawab Umar Patek.

Dia juga memastikan jika aktivitas radikalisme dam terorisme di dunia masih ada dan berjalan hingga saat ini. Untuk itu dia meminta kepada seluruh negara tetap waspada.

"Di manapun, di negara manapun, (terorisme dan radikalisme) masih tetap ada," tegasnya.

Umar Patek adalah terpidana kasus bom Bali Tahun 2002. Kala itu, dia merupakan pentolan Jemaah Islamiyah (JI) dan diyakini menjadi komandan lapangan pelatihan JI di Mindanao, Filipina.

Baca Juga: Adik Terpidana Bom Bali 1 Ali Imron Kembali Ajukan Grasi, 5 Kali Ditolak

Sebelum diekstradisi dari Pakistan pada 2011 hingga kemudian diadili di Indonesia, Umar Patek merupakan salah satu teroris paling dicari Amerika Serikat.

Pada Selasa (17/5/2022) lalu, Umar Patek mengaku bahwa sejak dirinya menyatakan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, selalu berkomitmen untuk pro aktif dalam program-program deradikalisasi. Baik yang diselenggarakan pihak lapas, BNPT maupun lembaga lain.

"Selama delapan tahun ini, kami aktif dalam program deradikalisasi," tutur pria asal Pemalang, Jawa Tengah tersebut.

Dia menyebut bahwa komitmen itu tidak pernah sekalipun luntur. Bahkan ketika dirinya direncanakan bisa bebas melalui pembabasan bersyarat pada Agustus tahun ini. Dia mengaku akan mengoptimalkan sisa waktunya di lapas untuk memastikan kembali rekan-rekannya bisa kembali ke NKRI.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.