Rabu, 17 Jun 2026 13:43 WIB

Menengok Persiapan Mbah Supinah yang Naik Haji dari Hasil Buruh Tani

Nenek Supinah bersama keponakan-keponakannya/Foto: Mita Kusuma
Nenek Supinah bersama keponakan-keponakannya/Foto: Mita Kusuma

jatimnow.com - Pagi ini, cuaca begitu cerah di Ponorogo. Di salah satu rumah di Dusun Krajan, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, terlihat nenek Supinah (78) yang berusaha merapikan bekalnya untuk berangkat haji.

Di rumah berbentuk joglo itu, Supinah hidup sebatang kara. Meskipun tubuhnya termakan usia, nyatanya Supinah masih sanggup mengurus rumahnya, sehingga rumahnya pun terlihat asri dan bersih.  

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Saat memasuk rumah itu, terlihat ada tiga pintu masuk. Ketika mencoba masuk melalui pintu tengah, terlihat sebuah koper bertuliskan jamaah haji dengan bendera Indonesia tergeletak di ruang tengah. 

Supinah sedang duduk di atas gelaran tikar di ruangan itu, sembari mempersiapkan semua hal yang diperlukan untuk beribadah ke tanah suci. 

Ia tidak ingat, entah kapan terakhir berbicara dengan suaminya yang telah meninggal itu. Demikian ia memulai pembicaraan dengan jatimnow.com.

"Saya sendiri di sini, tidak punya anak. Suami sudah meninggal lama, saya tidak ingat," katanya setelah sempat berhenti beberapa menit hening.

Ia mengatakan, sejak kematian suaminya itu, hidupnya sebatang kara. Sejak saat itu, ia hidup secara mandiri, mulai dari masak, mengurus rumah sampai bekerja.

Setelah itu, dia tergerak untuk memulai menabung dari hasil sebagai buruh tani. Dari tabungan itu, ia resmi mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji (CJH) 2010 silam.

"Saya gak tahu apa-apa, yang jelas saya pasrah, sehingga didaftarkan diri oleh ibu guru yang dekat dengan rumah saya," katanya.

Baca Juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara

Ia pun mengucap syukur terus menerus, karena resmi berangkat tahun ini. Padahal, seharusnya ia bisa berangkat tahun depan.

Namun, karena permintaan kompensasi umur, Kemenag setempat mengabulkan Supinah berangkat haji tahun ini. Keputusan itu sontak mengundang air mata bahagia Supinah. 

Meskipun fisiknya melemah, tapi tidak mengurangi tekadnya untuk tetap berangkat haji tahun ini. Terbukti, ia tidak pernah absen mengikuti serangkaian kegiatan persiapan pemberangkatan haji, mulai dari tes kesehatan hingga manasik haji yang diselenggaran Kemenag setempat.

Keikhlasan dan kepasrahan menjalankan haji, tercermin dari wasiat yang telah diberikan kepada keponakannya untuk menempati tempat tinggalnya jika dia dipanggil saat menjalankan ibadah haji. 

Baca Juga: Menabung 14 Tahun, Komentator Sepak Bola Tarkam Asal Jember Berangkat Haji

‘’Nanti pakai kursi roda, karena sudah tua, jalan ke depan rumah saja saya sudah capek,’’ pungkasnya.

 

Reporter: Mita Kusuma

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.