Minggu, 14 Jun 2026 12:59 WIB

Perekonomian Nasional Tumbuh, Pengamat Minta Pemerintah Tetap Waspada

  • Penulis :
  • | Jumat, 19 Agu 2022 07:50 WIB
Prof Badri menjadi pembicara bersama Ketua KTNA Jatim Sumrambah dan Wakil Ketua Kadin Jatim Fitradjaja Purnama/FGD.(Foto: Unair)
Prof Badri menjadi pembicara bersama Ketua KTNA Jatim Sumrambah dan Wakil Ketua Kadin Jatim Fitradjaja Purnama/FGD.(Foto: Unair)

Surabaya - Pertumbuhan ekonomi secara nasional mencapai 5,44 persen di triwulan II 2022. Kendati demikian, pemerintah harus tetap waspada tentang kondisi ekonomi dunia dan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 yang tidak bisa langsung serempak meningkat di semua sektor.

"Setiap sektor yang ada di dalam ekonomi kita pulihnya itu bertahap. Ada yang cepat, ada yang lambat," ujar pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Badri Munir Sukoco dalam Focus Group Discussion (FGD) Economic Outlook 2023, Kamis (18/8/2022) malam.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Prof Badri lalu mencontohkan beberapa sektor perekonomian seperti transportasi laut. Pulihnya sektor ini berjalan lambat lantaran terdampak langsung dari kondisi global dan menghambat percepatan ekspor.

"Transportasi laut yang sampai saat ini agak susah bergerak terutama ekspor-impor karena berbagai dampak global," ujar Direktur Pascasarjana Unair ini.

Badri juga menyoroti pertumbuhan lini ekspor Indonesia. Seperti pidato Presiden Joko Widodo dalam Sidang Tahunan MPR pada Rabu silam, menyatakan bahwa ekspor Indonesia meningkat. Hal itu perlu dibarengi dengan pengupayaan sumber ekonomi baru.

"Kami harus mencari sumber pertumbuhan ekonomi yang baru," katanya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Selain itu, Badri memandang paparan Jokowi menimbulkan optimisme terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Tetapi di saat yang sama, Jokowi juga mengajak semua pihak untuk tetap 'Eling lan Waspodo' (sadar dan waspada).

"Ini dilakukan karena sebelumnya kami tidak pernah menduga Rusia menyerang Ukraina. Kami juga tidak tahu sebelumnya bahwa 40 persen gandum disuplai dari Ukraina," terangnya.

Namun demikian, Badri menilai Indonesia tetap harus optimistis ekonomi ke depan dapat tumbuh sesuai target. Mengingat sebanyak 60-65 persen perekonomian nasional ditopang permintaan dalam negeri yang ternyata dapat dipenuhi dari komoditas domestik.

Baca Juga: BTN Gandeng UNAIR, Perkuat Literasi Finansial dan Ekosistem Kampus Digital

Kondisi inilah yang mampu menahan inflasi di Indonesia bertahan di level rendah. Berbeda dengan negara lain yang mengalami inflasi tinggi akibat permintaan domestik mereka tidak bisa dipenuhi dari dalam negeri.

"Indonesia inflasi juga naik, tapi yang paling penting adalah bagaimana dampaknya dan mengatasinya," jelasnya.

Sementara itu, forus diskusi juga dihadiri Wakil Ketua Umum Bidang Kerja Sama Antarlembaga Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Fitradjaja Purnama. Hadir pula Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Timur Sumrambah.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.