Senin, 15 Jun 2026 14:40 WIB

Dindik Ponorogo Tutup SD Bangunsari 2, 20 Siswa Memilih Bertahan

Sejumlah siswa SD yang memilih bertahan.
Sejumlah siswa SD yang memilih bertahan.

jatimnow.com - Walaupun Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo bersikeras menutup SDN Bangunsari 2 karena kekurangan siswa, 20 siswa yang tersisa juga tidak kalah ngototnya.

Puluhan siswa ini memilih bertahan di sekolah yang berada di Jalan Sultan Agung tersebut. Dengan kondisi seadanya, dan Dindik Ponorogo juga seolah membiarkannya.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Baca juga: Tak Ada Guru yang Mengajar, Puluhan Siswa SD di Ponorogo Terlantar

Seperti yang terlihat di teras SDN Bangunsari 2, Kamis (19/7/2018). Sebanyak 20 siswa datang seperti sekolah pada umumnya. Dengan memakai seragam di hari ini, atasan batik, bawahan berwarna merah.

Hari ini, seharusnya 20 siswa tersebut mendapat guru baru. Sesuai janji salah satu wali murid, Wahyu Tri Wulandari. Tapi hari ini, mereka kembali diajar oleh Wahyu.

"Ya memang janjinya begitu. Tapi kami wali murid baru mendapat guru tadi malam. Guru bantu sejenis relawan," kata Wahyu kepada jatimnow.com.

Baca juga: Video: Siswa SD di Ponorogo Terlantar Karna Tak ada Guru Mengajar

Ia mengatakan, untuk hari ini guru bantu belum bisa datang. Tapi rencananya datang besok dan tiap hari akan mengajar dengan seadanya.

Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan

"Guru bantu akan datang. Mereka akan kami suport berupa uang transportasi, uang bensin dan lain-lain. Kami kan bayar," katanya.

Sementara, Kadindik Ponorogo, Tutut Erliana, mengatakan, adanya siswa belajar di teras SDN Bangunsari 2 bukan tanggungjawab Dindik. "Jelas ditutup kok," katanya singkat.

Tutut menjelaskan, orang tua jangan egois. Harus menuntut SK penutupan. Karena menurutnya SK penutupan itu bertahap.

Baca juga: Siswa SD di Ponorogo Terlantar, Kadindik: Sosialisasi Tutup Sudah Lama

Baca Juga: Klarifikasi Dugaan Praktik Titipan Jabatan, Komisi D DPRD Jember Panggil Dispendik

"Setelah semua pindah. Kemudian dilakukan telaah baru bisa ditutup dan diturunkan SK nya. Tidak serta merta ada SK," tegasnya.

Ia mengatakan, seharusnya orang tua mendukung pindah ke sekolah lain dari sosialiasi dulu. Jika masih berasalan tidak ada surat mutasi, ia mengaku ada guru yang masih datang untuk bisa menguruskan mutasi.

"Di SDN Bangunsari 2 masih ada guru untuk mengurus mutasi. Bukan untuk mengajar. Silahkan dimanfaatkan. Orang tua jangan egois," pungkasnya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.