Cerita di Balik Penemuan Makam Misterius Tengah Hutan Kedungsumber, Bojonegoro
- Penulis : Misbahul Munir
- | Kamis, 11 Agu 2022 20:23 WIB
Bojonegoro - Petugas Perhutani menceritakan penemuan makam misterius di tengah hutan Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, yang kini telah dibongkar.
Asisten Perhutani (Assper) Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tretes, Kuntoro menuturkan, makam misterius itu berada di wilayah tanggung jawabnya.
Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro
Saat itu, pada Kamis (28/7/2022), dia yang tengah perjalanan pulang dari Nganjuk mendapati ada sekitar 8 orang yang tengah berjalan menuju hutan.
"Itu sebelum suro sekitar jam 20.00 ada sekitar 8 orang yang jalan grudukan (beramai-ramai) memasuki hutan," tutur Kuntoro saat dikonfirmasi jatimnow.com, Kamis (11/8/2022).
Mengetahui hal mencurigakan itu, Kuntoro berhenti dan mengikuti gerombolan orang tersebut.
"Awalnya saya kira itu orang mau mencuri kayu. Kemudian saya datangi dan saya tegur. Katanya mau ritual. Ya sudah akhirnya cuma saya peringatkan lanjut saya tinggalkan," ungkapnya.
Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko
Kuntoro lantas memerintahkan anggotanya untuk melakukan patroli di kawasan hutan dan menemukan bangunan menyerupai makam itu.
"Ada makam baru itu. Saya menghubungi Kepala Desa (Kedungsumber) dan melaporkan kepada polisi," tambahnya.
Menurut Kuntoro, karena khawatir meresahkan masyarakat, akhirnya pada Selasa (9/8/2022), bangunan yang menyerupai makam tersebut dibongkar bersama polisi, TNI, Forkopimca Temayang serta masyarakat setempat.
Baca Juga: Terungkap, Ini Biang Kerok Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro
"Makam itu fiktif. Setelah dibongkar tidak ditemukan apa-apa, malah nemu foto sama surat tagihan dari BRI nilainya ratusan juta," tandasnya.
Sementara Kasi Humas Polres Bojonegoro, Ipda Suprianto mengatakan bahwa dalang pembuatan makam misterius di tengah hutan masih terus ditelusuri.
"Maaf, belum ada mas," jawab Suprianto saat dikonfirmasi.
Editor : Narendra Bakrie