Senin, 22 Jun 2026 19:17 WIB

Antisipasi Kisruh Saat Laga Persik vs Borneo, Panpel Siapkan Sejumlah Skenario

Antrean mengular di laga kandang perdana Persik Kediri Vs Bhayangkara FC.(Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Antrean mengular di laga kandang perdana Persik Kediri Vs Bhayangkara FC.(Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri - Persik Kediri dijadwalkan bersua Borneo FC di Stadion Brawijaya, Jumat (12/8/2022). Panitia pelaksana (panpel) pertandingan sudah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi kisruh di pintu masuk.

Seperti diketahui, beberapa insiden mewarnai laga kandang pertama Persik Kediri melawan Bhayangkara FC beberapa waktu lalu. Antara lain penumpukan penonton hingga jebolnya barikade di pintu A. Maka di laga berikutnya, panpel akan membuka banyak jalur masuk. Seperti di gate D akan ada 5 jalur, kemudian di gate F ada 10 jalur serta gate H ada 3 jalur. Setiap jalurnya juga berfungsi sebagai akses masuk yang dilengkapi scanner.

Baca Juga: Serunya Asmorobangun Cup, Tarkam yang Efektif Jaring Talenta Sepak Bola Muda Kediri

“Berbeda dengan sebelumnya yang hampir semua pintu kami buka. Nanti saat melawan Borneo FC dan seterusnya, panpel hanya akan membuka 3 gate. Namun untuk jalur masuknya akan kami perbanyak. Setiap jalurnya juga akan lebih luas. Jadi kami harapkan penonton bisa lebih nyaman nantinya,” kata Ketua LOC Persik Kediri Tri Widodo, Senin (8/8/2022).

Selain itu berdasarkan evaluasi lalu, panpel juga akan memberlakukan kembali harga tiket untuk kelas utama yang berada di samping tribun VIP. Jadi akan ada tiga kelas di laga nanti. Yakni, ekonomi, Utama dan VIP.

“Untuk regular ekonomi tetap sama, yakni Rp50 ribu. Begitu juga VIP tetap Rp100 ribu. Namun untuk tribun utama di samping VIP, harganya Rp75 ribu. Kapasitas tribun ini total 3.000 penonton. Sementara VIP 1.000 dan ekonomi sekitar 7 ribu,” terang Widodo.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Kenalkan 5 Amunisi Baru, Eks Kiper PSM hingga Legenda Persik

Ia juga memastikan sistem penjualan tiket secara online masih akan diterapkan dan berlaku sepanjang musim ini.

“Untuk penjualan tiket melawan Borneo FC akan kami buka sejak Selasa (9/8/2022) pagi. Kami harapkan agar masyarakat dapat memilih tiket sesuai dengan tribun yang akan ditempati nantinya. Karena kemarin juga banyak kami temui penonton yang masuk tidak sesuai dengan tiket yang dibelinya,” pungkasnya.

Baca Juga: Persik Kediri Lepas Yusuf Meilana Setelah 9 Tahun Bersama: Kami Doakan yang Terbaik

Sementara itu, laga kandang Persik Kediri kontra Borneo FC yang digelar di Stadion Brawijaya Kediri mengalami perubahan jadwal. Semula, Macan Putih akan menjamu Pesut Etam pada Sabtu (13/8/2022). Namun dalam edaran LIB selaku operator kompetisi Liga 1, laga dimajukan sehari yakni pada Jumat (12/8/2022). Bergantian dengan jadwal di Sleman karena Stadion Maguwoharjo menjadi venue final AFF U-16.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.