Minggu, 14 Jun 2026 11:32 WIB

Full Senyum! 39 Pasutri di Ponorogo Ikuti Isbat Nikah Massal

Isbat nikah di Kabupaten Ponorogo (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Isbat nikah di Kabupaten Ponorogo (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Sedikitnya 39 pasangan suami istri (Pasutri) di Kabupaten Ponorogo terlihat full senyum, Jumat (5/8/2022). Bagaimana tidak, mereka yang mayoritas telah berusia lanjut akhirnya pernikahannya diakui oleh negara dan agama. 

Mereka mengikuti isbat nikah secara massal yang dibagi menjadi tiga tempat. Di Kecamatan Jetis, Sukorejo dan Pulung. 

Baca Juga: Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

Meski telah tahunan membina rumah tangga dan dikarunai anak, mereka tetap ingin melegalkan pernikahan mereka secara hukum.

Sidang isbat nikah massal digelar Pemkab Ponorogo, Kemenag Ponorogo, Pengadilan Agama Ponorogo dan Baznas Ponorogo. 

Dari 39 pasang peserta isbat nikah, mayoritas dari mereka telah berusia lanjut. 

Meski di usia senja, namun Pasutri yang mengikuti sidang isbat nikah ini tetap antusias melegalkan pernikahan mereka secara hukum dan mendapatkan buku nikah. 

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Ketua Pengadilan Agama Ponorogo, Ali Hamdi alasan Pasutri banyak. Pertama karena tidak mengetahui aturan. Pasalnya ada yang umurnya tua.

"Juga perihal biaya, persoalan dia (pasutri) sendiri ada KTL terlibat di sana dan lain sebagainya,' ujar Ali.

Dia menerangkan bahwa kebanyakan mereka menikah siri bukan hanya di Bumi Reog saja. Ada juga menikah di luar pulau Jawa, juga luar negeri saat merantau. 

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Pasalnya kebanyakan administrasi kependudukan yang sudah ketat ini. Mereka tidak bisa mendaftakan pernikahan. Hingga memilih menikah secara agama Islam. 

"Yang paling lama tahun 65 menikahnya, anaknya 4, besar-besar. Baru sekarang ada program ini," pungkasnya. 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.