Penemuan Mayat dan Kerangka Manusia di Malang, Korban Alami Gangguan Jiwa
- Penulis : Rizal Adhi Pratama
- | Kamis, 04 Agu 2022 10:54 WIB
Malang - Warga Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan dan kerangka manusia dalam satu rumah. Mayat perempuan teridentifikasi bernama Rokani (72). Sedangkan kerangka manusia masih belum diketahui secara pasti identitasnya.
Ketua RT setempat, Supri mengatakan bahwa Rokani tinggal bersama anak laki-lakinya bernama Suprapto. Namun beberapa bulan terakhir Suprapto hilang tanpa kabar alias tidak pernah muncul.
Baca Juga: Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya
"Kondisi TKP dan rumah korban dalam keadaan tidak terawat. Karena penghuni rumah dan anaknya memiliki penyakit gangguan kejiwaan," kata Supri, Kamis (4/8/2022).
Setelah penemuan kerangka dan mayat ini, Satreskrim Polres Malang langsung memasang Police Line dan melaksanakan olah TKP. Berdasarkan keterangan petugas, kondisi kerangka sudah saling terpisah. Sebagian ditemukan di simpan di sebuah kardus mie instan di kamar Rokani. Beberapa kerangka masih melekat kain warna biru dan kain celana warna abu-abu.
Baca Juga: Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang
Menurut hasil pemeriksaan dari Tim Forensik RSSA Malang, struktur tengkorak menunjukkan kerangka berjenis kelamin laki-laki dan memiliki usia di atas 40 tahun. Serta tidak ditemukan resapan darah maupun tanda kekerasan pada seluruh struktur tulang dan tengkorak.
Timbul dugaan dari masyarakat, kerangka manusia tersebut kemungkinan adalah jasad Suprapto. Karena ia sudah tidak pernah terlihat lebih dari 9 bulan terakhir. Dugaan diperkuat hasil identifikasi sekunder jenis kain dan pakaian yang melekat pada kerangka. Diketahui merupakan pakaian yang sering digunakan Suprato sehari-hari.
Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar
Atas permintaan keluarga dan masyarakat setempat yang selama ini membantu korban, mereka menghendaki untuk segera memakamkan kedua korban. Mereka meyakini bahwa kedua jasad tersebut adalah Rokani dan anaknya Suprapto yang telah meninggal dunia karena sakit.
Editor : Sofyan Cahyono