Jumat, 12 Jun 2026 04:17 WIB

Pedagang Bendera dan Umbul-umbul Mulai Menjamur di Kota Batu

Kadir, warga asal Garut Jawa Barat yang menjual bendera dan umbul-umbul di Kota Batu.(Foto: Galih Rakasiwi)
Kadir, warga asal Garut Jawa Barat yang menjual bendera dan umbul-umbul di Kota Batu.(Foto: Galih Rakasiwi)

Batu - Pedagang bendera Merah Putih dan umbul-umbul mulai menjamur di Kota Batu menjelang HUT ke-77 RI. Pemandangan itu di antaranya tampak di Jalan Wr. Supratman, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. Kibaran bendera merah putih berderet di sepanjang trotoar jalan.

Kadir merupakan salah satu pedagang bendera dan umbul-umbul di Kota Batu. Ia mengaku sudah berjualan sejak lima tahun terakhir setiap mendekati HUT RI. Dirinya pun rela duduk di pinggiran trotoar untuk menunggu pembeli.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

"Ya ini, saya lakukan setiap menjelang HUT RI. Saya selalu datang ke Kota Batu untuk berjualan umbul-umbul dan bendera Merah Putih. Untuk penghasilan tiap hari nggak tentu. Kadang banyak, kadang sedikit," ujar warga asli Garut, Jawa Barat ini, Kamis (4/8/2022).

Kadir menjual bendera berbagai ukuran. Mulai bendera ukuran besar hingga kecil yang dipasang pada mobil. Ada pula umbul umbul hingga background. Harganya pun bervariasi.

"Misal bendera kecil dari harga mulai Rp20 ribu - Rp50 ribu. Kalau umbul umbul panjang 4-5 meter, saya jual Rp40 ribu - Rp50 ribu. Sedangkan background panjang 10 meter dengan 10 gelombang, kain yang bagus itu harganya sampai Rp400 ribu. Kalau kain bisa, saya jual Rp300 ribu per itemnya," ungkapnya.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Kadir sudah sepekan di Kota Batu bersama 20 temannya. Mereka tinggal sementara di sebuah kontrakan yang disewa secara patungan.

"Satu kontrakan kami isi 5 orang dan tempat jualan kami berbeda-beda. Saya di sini, teman saya di sana, pokoknya tidak satu tempatlah," ucap Kadir.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

Biasanya mereka akan tinggal di Kota Batu selama satu bulan dan pulang ke kampung halaman pada 16 Agustus atau kalau dagangan sudah habis. Dirinya pun berharap dagangannya laris karena sejak pandemi cukup sepi.

"Semoga warga banyak yang beli. Soalnya sekarang kegiatan sudah banyak dilonggarkan. Berbeda dengan tahun tahun sebelumnya memang cukup sepi," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.