Sabtu, 20 Jun 2026 01:45 WIB

Sungai Kalisari Damen Surabaya Tertutup Busa, Begini Penjelasan DLH

Petugas BPBD Surabaya saat menunjukkan limbah busa di Sungai Kalisari Damen, Surabaya (Foto: Pemkot Surabaya for jatimnow.com)
Petugas BPBD Surabaya saat menunjukkan limbah busa di Sungai Kalisari Damen, Surabaya (Foto: Pemkot Surabaya for jatimnow.com)

Surabaya - Limbah busa muncul di Sungai Kalisari Damen, Mulyorejo, Surabaya, Selasa (2/8/2022). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat menjelaskan penyebabnya.

Kepala DLH Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro menyebut, dari kajian di lapangan, busa itu merupakan limbah cair dari rumah tangga yang dibuang ke sungai. Busa itu muncul akibat turbulensi atau pengadukan dari mesin pompa.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Penyebab busa tersebut adalah limbah cair kegiatan dari rumah tangga yang langsung dibuang ke sungai. Antara lain, minyak goreng, lemak, air bekas cucian baju dan cucian dapur, dan sebagainya," ucap Hebi, Selasa (2/8/2022).

"Ini karena proses pemompaan saja. Maka IPAL komunal itu sebagai solusi untuk sanitasi atau pengolahan air limbah," tambah dia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Hebi menjelaskan, pada saat musim kemarau, debet air yang sedikit menyebabkan polutan berkonsentrasi besar di sungai. Sedangkan saat musim hujan, konsentrasi polutan menjadi kecil, karena terjadi pengenceran oleh air hujan.

"Kita koordinasikan dengan OPD lain untuk membuat IPAL rumah tangga komunal, sebelum masuk ke badan sungai," jelasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sementara Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berjanji, ke depan pihaknya akan menambah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal di sungai-sungai Surabaya, agar hal serupa tak kembali terulang.

"Pemkot Surabaya akan terus memperbanyak IPAL komunal untuk menghentikan polutan yang ada di rumah tangga. Seperti air bekas mandi, mencuci baju, WC dan sejenisnya," ucap Eri.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.