Minggu, 21 Jun 2026 02:01 WIB

Melestarikan Banyolan Khas Jawa Timuran Lewat Republik Ludruk Indonesia(3-Habis)

Suasana sederhana Ludrukan Charity di Kafe Kita Surabaya, Kamis (7/7/2022).(Foto: Fahrizal Tito)
Suasana sederhana Ludrukan Charity di Kafe Kita Surabaya, Kamis (7/7/2022).(Foto: Fahrizal Tito)

Surabaya - Bulan lalu, penggemar Ludruk dikejutkan dengan kabar kurang sedap, Cak Sapari. Salah satu legenda hidup Ludruk Jawa Timur itu sakit parah dan terbaring di rumah sakit.

Erland dan sejumlah rekannya pun tergugah untuk empati. Salah satunya dengan mengadakan pementasan bertajuk Charity for Sapari. Kegiatan itu berawal dari para pegiat ludruk yang mencoba untuk peduli terhadap para seniornya, Kartolo, Sapari, dan Beni.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Kebetulan, saat ini Pakde Sapari ini sakit 8 bulan ini, tapi tidak ada perhatian dari pihak terkait. Kemudian, kita melihat tergerak untuk melakukan kepedulian terhadap beliau dan juga karena merupakan salah satu guru kita," paparnya.

Erland mengaku sudah berguru tentang ngeludruk sejak 2009 kepada Sapari Cs. Hingga kini, ia mengaku sudah menganggap sebagai orang tuanya sendiri. Maka dari itu, sejak mengetahui Sapari sakit parah dalam 8 bulan terakhir, ia dan sejumlah seniman ludruk sedih. Padahal sebelumnya mereka pernah berkunjung ke sana.

"Awalnya, saya kira sakit biasa karena sudah tua, ternyata semakin parah. Karena semakin parah, kami buat aksi untuk berobat, sebelumnya kami bawa dokter untuk memeriksa penyakitnya apa. Ternyata ada infeksi paru-paru. Bukan hanya komplikasi, tapi juga ada infeksi paru-paru, itu yang menyebabkan makannya jadi nggak bisa teratur dan masuk, semakin kurus, lalu harus dirawat di rumah sakit," ujar dia.

Berdasarkan keterangan dokter, sakit yang diderita Sapari kian parah lantaran terlalu banyak tidur dengan posisi terlentang. Kemudian, ada cairan, kuman, hingga bakteri mengendap dan menjadi penyakit.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Awalnya, kami sampaikan ke salah satu media, ditanggapi, dan disampaikan ke wali kota. Lalu ada tayangan dari wali kota yang nggak mau warganya sakit dan susah, akhirnya ditanggapi dengan baik dan ditanggapi. 8 bulan lalu (tahu Sapari sakit), lalu kami gelar aksinya sejak 18 Juni sampai 5 Juli 2022 kemarin," bebernya.

Dari situ, ia dan sejumlah rekannya menggelar pementasan dari 1 kafe ke kafe untuk amal. Selain manggung, mereka juga menggelar saweran dari para penonton, baik secara konvensional mau pun transfer donasi.

"Awalnya gak sampai buka donasi, hanya main ludruk biasa, lalu sawerannya kami sumbangkan. Karena antusias penikmat Ludruk, terlebih dari Luntas, awalnya 2 tempat, akhirnya kami buka di beberapa tempat, yakni di Mbah Cokro, Kayoon, Boncafe, dan di Kafe Kita," katanya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Untuk 5 kali pementasa, ia mengaku telah menerima donasi dan saweran lebih dari Rp42 juta. Berawal dari Ludruk Charity itulah, ternyata antusiasme masyarakat begitu banyak.

Oleh karena itu, ia dan sejumlah punggawa ludruk merasa, charity itu harus berlangsung secara kontinyu. Mengingat ada pada legenda hidup ludruk dan keluarga yang harus dibantu secara ekonomi.

"Ya dibantu untuk mengurus BPJS, pengobatan, kesehatan, dan lain sebagainya. Makannya, kami berusaha untuk lebih peduli makannya kami akan bikin dewan Ludrukan Surabaya yang lebih ke arah pergerakan sosial, kepedulian, khususnya seniman ludruk dan masyarakat umum, terutama bantuan untuk seniman Ludruk yang tua-tua dan tidak ada penghasilan," jelas dia.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.