Senin, 15 Jun 2026 21:12 WIB

Melestarikan Banyolan Khas Jawa Timuran Lewat Republik Ludruk Indonesia (2)

Erland Setiawan alias Robets Bayoned saat pementasan Ludrukan Charity di Kafe Kita Surabaya, Kamis (7/7/2022).(Foto: Fahrizal Tito)
Erland Setiawan alias Robets Bayoned saat pementasan Ludrukan Charity di Kafe Kita Surabaya, Kamis (7/7/2022).(Foto: Fahrizal Tito)

Surabaya - Ketua Republik Ludruk Indonesia (RLI) Erland Setiawan menyatakan, ludruk muncul sebagai alat perjuangan di zaman kolonial. Kala itu, arek-arek Suroboyo berjuang untuk hal yang lebih baik melalui guyonan satir, menggelitik, namun tetap etis. Sekarang pun, Erland mengaku mempunyai prinsip tidak bergantung pada pemerintah.

"Pemerintah mau peduli atau tidak peduli, ya ludruk harus berjuang sendiri. Peduli yo alhamdulillah tak tampani (diterima), gak peduli yo gak masalah. Karena awal Ludruk pun juga berjuang sendiri. Ludruk menghidupi dirinya sendiri," katanya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Lek zaman biyen misale karena musuhe Jepang, dadi ngudoroso karo kidungane tentang yok opo carane wong-wong ngelawan Jepang. Di antaranya saat itu yang melakukan Cak Durasim, dibantu Munali Fatah dan kawan-kawan, di 1943 dengan memunculkan ludruk organisasi yang saat itu memakemkan remo, kidungan, jula-Juli, dan masih banyak lagi (Kalau zaman dulu misalnya karena musuhnya Jepang. Jadi ngudoroso sama kidungan tentang bagaimana caranya orang-orang bisa melawan Jepang. Di antaranya saat itu yang melakukan Cak Durasim, dibantu Munali Fatah dan kawan-kawan, di 1943 memunculkan Ludruk organisasi yang saat itu memakemkan remo, kidungan, jula-juli, dan masih banyak lagi)," lanjutnya.

Di Indonesia, Erland menyatakan ada beberapa komunitas Ludruk. Di antaranya Luntas, Balada, hingga Abiyoso. Dari gabungan komunitas itulah kemudian terbentuk induk komunitasnya, yakni Republik Ludruk Indonesia.

"Jadi istilahnya memberikan standart ludruk kekinian, gak oleh ngawur, gak oleh niru konvensional, dan banyolane lebih ke lawakan yang sarat dengan materi, bukan dagelan. Misale, kami bahas sekolahan, ya bahas sekolahan, gak oleh mblarah tekan nandi-nandi, tematik lah, karena beda. kalau dagelan ke arah jongkrok-jongkrok'an, sloroh, porno, dan verbal fisik lain, nah itu yang kami hindari. (Tidak boleh ngawur, tidak boleh menjiplak yang konvensional, dan arahnya lebih ke lawakan yang sarat dengan materi, bukan dagelan. Misalnya, kita bahas sekolahan, tidak boleh meluas ke mana-mana, tematik lah. Kalau dagelan ke arah fisik, itu kita hindari)," ujar dia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Maka dari itu, pemain ludruk saat ini dituntut lebih cerdas dan adaptif. Terlebih dengan keresahan masyarakat dan isu terkini di sekitar.

"Intine guyon sing cerdas lah, kecuali itu tema atau materi, seje maneh. (Intinya, bercanda yang cerdas lah, kecuali itu tema atau materi ya beda lagi)," tutur dia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Total kelompok ludruk di Surabaya, sebut Erland, mencapai 12. Jumlah itu terdiri dari pelajar, komunitas, hingga konvensional.

"Ada komunitas yang cenderung ke anak-anak muda, konvensional yang mempertahankan pakemnya ludruk jaman dulu, pelajar, dan mahasiswa," kata dia.(Bersambung)

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.