Selasa, 16 Jun 2026 11:55 WIB

Melestarikan Banyolan Khas Jawa Timuran Lewat Republik Ludruk Indonesia (1)

Erland Setiawan alias Robets Bayoned saat pementasan Ludrukan Charity di Kafe Kita Surabaya, Kamis (7/7/2022).(Foto: Fahrizal Tito)
Erland Setiawan alias Robets Bayoned saat pementasan Ludrukan Charity di Kafe Kita Surabaya, Kamis (7/7/2022).(Foto: Fahrizal Tito)

Surabaya - Erland Setiawan bersama sejumlah rekannya tampak begitu antusias dalam mementaskan Ludruk. Banyolan khas Jawa Timuran nan 'Kusruh' itu kerap mengundang tawa riang para penonton di pujasera. Memang sekarang bukan era keemasan bagi Ludruk. Hal itupun diamini pria yang memiliki nama panggung Robets Bayoned.

Erland mengatakan, kisah yang dibawakan dalam setiap pementasan usai pandemi COVID-19 didominasi permasalahan atau kegelisahan teranyar di sekitar. Semuanya dikemas sesuai era penonton saat ini, terutama milenial.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Kami sengaja membawa cerita-cerita Kartolo Cs untuk mengobati kerinduan teman-teman terhadap cerita mereka," kata Erland kepada jatimnow.com.

Dalam pementasan, ia dan sejumlah rekannya kerap bergiliran atau berganti peranan. Misalnya, Erland memerankan Kartolo. Di kemudian hari, ia memerankan tokoh lainnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Tidak mesti ya, sering gantian, saya, Ipul, Ponco, Amin Abiyoso, dan Tari. Yang pasti, semuanya dalam naungan Republik Ludruk Indonesia yang mengerjakan teman-teman Barisan Ludrukan Anak Muda (Balada) Sidoarjo," ujarnya.

Seyogyanya, setiap kisah dan peranan yang dibawa memang tak fokus harus sama seperti tokoh asli. Meski begitu, pementasan yang ditayangkan lebih ke arah ceritanya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Jadi tokoh-tokoh itu hanya simbol saja dan karakternya tidak harus sama. Pokok'e gampang, dengan cara mendengarkan, pokok'e memper-memper (mirip-mirip sekilas). Tapi isi banyolan-banyolan (guyonan) dari versi kami sendiri melalui kaset koleksi tape dan referensi lainnya," tuturnya.(Bersambung)

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.