Minggu, 21 Jun 2026 12:16 WIB

Pesilat Ponorogo Jawara Kejuaraan Dunia, Khofifah Apresiasi Perjuangannya

Aji Bangkit Pamungkas.(Foto: Dok. Humas Pemprov Jatim)
Aji Bangkit Pamungkas.(Foto: Dok. Humas Pemprov Jatim)

Surabaya - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra terbaik Jawa Timur (Jatim) melalui Kejuaraan Pencak Silat Dunia ke-19 di Melaka International Trade Centre, Malaysia pada 25–31 Juli 2022. Adalah Aji Bangkit Pamungkas asal Kabupaten Ponorogo yang sukses membawa pulang medali emas. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

"Selamat atas prestasi yang diraih Aji Bangkit di level internasional. Jangan cepat berpuas diri, asah kemampuanmu agar terus menorehkan prestasi, menjadi kebanggaan orang tua dan Bangsa Indonesia," kata Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (2/8).

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

Bangkit berhasil meraih emas di kelas Open 2 Putra dengan berat minimal 110 kilogram. Di laga pamungkasnya, atlet 23 tahun tersebut menumbangkan atlet asal Thailand Mr Adthapong Saengtep.

Disampaikan Khofifah, keberhasilan Bangkit hingga meraih juara bukan sesuatu yang ditempuh mudah. Usahanya penuh dengan keringat dan jerih payah.

Naikkan Berat Badan Demi Berlaga di Kelas Open 2 Putra

Khofifah menegaskan, perjuangan Bangkit serta kedua orang tuanya layak diacungi jempol. Dukungan orang tua dalam mewujudkan cita-cita anaknya begitu kuat meski berada di tengah himpitan ekonomi. Ayah Bangkit sehari-hari berjualan air galon dan ibunya mantan TKW di Taiwan.

"Sang ibu menjadi TKW di Taiwan pada 2000 untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Karena saat itu sang ayah mendadak sakit parah. Pada 2016 silam, sang ibu kembali ke Tanah Air dan tidak merantau lagi," tuturnya.

Belajar dari kegigihan Bangkit dan kedua orang tuanya, Khofifah kembali memberikan apresiasi. Meski ekonomi pas-pasan mereka tetap berjuang dan tidak cepat putus asa.

"Dari keluarga Bangkit, kita bisa belajar bagaimana untuk meraih prestasi dibutuhkan perjuangan dan kerja keras," tegasnya.

Kini usaha dan jerih payah Bangkit terbayar lunas. Setelah meraih emas di Asian Games 2018, Bangkit menjadi PNS di Kemenpora RI. Keberhasilan ini berlanjut ketika Bangkit berhasil menorehkan emas kejuaraan pencak silat di Malaysia. Hasilnya, ia mendapat rumah dari pencak silat.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Tentu prestasi ini tidak hanya membanggakan Bangsa Indonesia. Tak kalah penting adalah telah mengangkat derajat kedua orang tua serta keluarganya.

"Luar biasa usaha dan perjuangan keluarga mereka. Sekali lagi saya ucapkan selamat untuk Bangkit, orang tua serta keluarganya," ucap Mantan Menteri Sosial RI tersebut.

Mulanya Bangkit Tidak Minat dengan Pencak Silat

Menjadi atlet pencak silat bukan pilihan pertama Bangkit. Bahkan dia tidak begitu minat di cabang olahraga (cabor) pencak silat. Semasa SD, ia justru berminat di cabang olahraga futsal. Kemudian SMP tertarik di cabor basket. Meski begitu, sang ayah tetap mengajak Bangkit melihat kedua kakaknya bertanding pencak silat.

Seiring waktu, minat Bangkit mulai tumbuh ke pencak silat dan terus berlatih hingga berkesempatan mengikuti berbagai kejuaraan dari tingkat kabupaten hingga internasional. Pada 2016, pertandingan pertamanya di luar negeri adalah di Sea Games.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Meski keberuntungan belum berpihak saat itu, Bangkit tak menyerah. Sampai beberapa bulan kemudian ia kembali mengikuti ajang internasional di Asian Championship di Chengju, Korea Selatan dan meraih juara I. Kemudian pada 2018, dia menjadi penyumbang emas Asian Games.

Untuk menjadi juara dunia, perjuangan Bangkit sangat berat. Saat itu, berat badannya sekitar 107 kilogram. Maka dia harus menurunkan kurang lebih 17 kilogram untuk bisa bertanding di kelas 90 kilogram. Tetapi saat di Malaysia, kelas yang dibidiknya sudah penuh dan tersisa kelas Open 2 Putra dengan syarat bobot minimal 110 kilogram.

Sementara sang ayah, Agus Widodo (56) mengaku bangga dengan prestasi yang diraih anaknya. Hal itu ditunjukkan melalui foto Bangkit berjajar dengan puluhan piagam hingga piala juga dipajang di dalam rumahnya.

"Setiap pertandingan Bangkit selalu meminta restu kepada orang tuanya. Kini dia merasakan hasilnya," ucap Agus.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.