Selasa, 16 Jun 2026 22:59 WIB

Tak Ada Guru yang Mengajar, Puluhan Siswa SD di Ponorogo Terlantar

Suasana belajar seadanya atas inisiatif walimurid di Ponorogo
Suasana belajar seadanya atas inisiatif walimurid di Ponorogo

jatimnow.com - Sedikitnya 20 siswa SDN Bangunsari 2 Ponorogo terancam putus sekolah. Mereka korban kebijakan regrouping yang tidak disosialisasikan oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo.

Tercatat selama tiga hari, sejak Senin (16/7/2018) sampai Rabu (18/7/2018), puluhan siswa tersebut tidak mendapat proses belajar mengajar.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Praktis selama tiga hari, para siswa hanya bermain di halaman sekolah lantaran tidak ada guru yang mengajar. Beruntung beberapa wali murid berinisiatif untuk memberikan proses belajar seadanya.

Sementara guru yang berstatus ASN di sekolah yang terletak di Jalan Sultan Agung tersebut sudah dimutasi ke SDN lainnya.

Awalnya, 20 siswa hanya bermain di halaman sekolah. Tapi, salah satu wali murid berinisiatif untuk memberikan materi pelajaran seadanya di teras sekolah.

Puluhan siswa hanya duduk di teras sekolah. Tidak ada meja dan alas untuk duduk.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Ya saya tadi berinisiatif saja. Kasihan mereka," kata Wahyu Tri Wulandari salah satu wali murid.

Ia mengaku, memang pihak sekolah melakukan regrouping SDN 2 Bangunsari dengan SDN Bangunsari 1. Namun sampai hari ini, Wahyu mengaku belum ada kejelasan.

"Saya bingung mas. Tidak ada pengantar dari sekolah untuk pindah. Sedangkan di sekolah yang terdahulu sudah tutup begitu saja," urainya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Sementara, salah satu siswa, Sofia Muna, mengatakan bahwa sudah tiga hari hanya bermain. Tidak ada kegiatan belajar mengajar.

"Dari Senin sekolahnya sudah tutup. Ya main saja," ujarnya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.