Jumat, 12 Jun 2026 04:40 WIB

Serunya Dolanan Jadul di Waroeng JMP Surabaya, Melawan Candu Gadget

  • Penulis :
  • | Minggu, 31 Jul 2022 18:45 WIB
Anak-anak bergembira memainkan permainan jadul di Warong JMP. (Foto: Warung JMP for jatimnow.com)
Anak-anak bergembira memainkan permainan jadul di Warong JMP. (Foto: Warung JMP for jatimnow.com)

Surabaya - Banyak anak-anak yang kini sudah kecanduan gadget. Selama masa pandemi Covid-19, konsumsi gadget juga terus bertambah. Kondisi itu mengurangi berbagai interaksi anak-anak serta mengurangi fokus dalam belajar dan bermain.

Untuk melestarikan kebudayaan Indonesia, Waroeng Joglo Merah Putih (JMP) bersama Kampoeng Dolanan mengelar Festival Dolanan Jadoel yang melibatkan berbagai anak-anak di Surabaya dan sekitarnya, Minggu (31/7/2022).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Berbagai dolanan anak jadul seperti Sleboran, Ampar-ampar Pisang, Cublak-cublak Suweng, Bentengan, Hulahop, Dakon, Bekel sampai Boy-boyan digelar dengan sukacita oleh anak-anak.

Pengelola Waroeng JMP Aan Haryono menuturkan, dolanan jadoel menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam pertumbuhan anak-anak di Indonesia. Banyak hal baik yang bisa diserap dari permainan dolanan jadul. Salah satunya melatih kerjasama, solidaritas serta keceriaan anak.

“Hal baik dari dolanan anak jadul itu yang ingin kita lestarikan bersama. Kondisi saat ini di tengah percepatan teknologi membuat banyak anak memilih gadget sebagai teman bermain. Namun sekali lagi permainan jadoel tak akan musnah dan terus bisa dilestarikan,” katanya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Di usia emas anak, katanya, menjadi fase yang tepat untuk bisa mengenal serta membuat mereka bahagia melalui permainan jadoel. Banyak warisan dari nenek moyang dulu tentang permainan anak yang tak akan lekang oleh zaman. Pihaknya pun menyediakan berbagai mainan jadul yang bisa dinikmati setiap hari di Waroeng JMP.

“Dolanan jadul menjadi warisan yang harus terus dirawat. Sekaligus menjaga tradisi baik untuk anak-anak, karena anak adalah investasi masa depan,” ungkapnya.

Ketua Kampoeng Dolanan Mustofa Sam mengatakan, melalui dolanan, anak-anak bisa belajar disiplin, taat aturan, berbagi, kerja sama, ikhlas, dan menerima. Mereka juga bisa belajar berbesar hati, bahagia, jujur, dan diplomasi.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

“Termasuk juga memimpin, mengikuti. Ada ajaran kebaikan yang bisa dipelajari dari dolanan,” katanya.

Ia pun percaya, permainan tradisional bisa mengembalikan memori kolektif anak-anak dan masyarakat terhadap nilai-nilai luhur kehidupan. Sehingga bisa untuk terus dilestarikan dan dijaga.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.