Kamis, 18 Jun 2026 10:11 WIB

Kisah Barongan Tua Reog Ponorogo, Kembali ke Pemilik Setelah Dijual

Pameran barongan tua.(Foto: Mita Kusuma)
Pameran barongan tua.(Foto: Mita Kusuma)

Ponorogo - Barongan adalah kepala rog. Dulunya terbuat dari kulit harimau atau macan. Tapi karena semakin langka dan macan termasuk hewan dilindungi, akhirnya barongan terbuat dari kulit sapi. Tapi kini masih ada barongan tua yang tersimpan dengan rapi. Seperti yang dipamerkan di Kompleks Kantor Kabupaten Ponorogo.

Di sana, setidaknya ada 10 barongan lawas yang dipajang. Setiap barongan disertai dengan keterangan tahun pembuatan dan pemiliknya.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Barongan paling lama dibuat 1910 dan paling muda pembuatannya pada 1950," ujar salah satu pengoleksi barongan lawas, Budi Maryono, Kamis (28/7/2022).

Budi sendiri mempunyai 3 barongan. Yakni buatan 1940, 1946 dan 1948. Sebenarnya masih banyak barongan yang disimpan secara individu di rumah warga. Setahun melakukan penelusuran, Budi mencatat ada 600 barongan tua yang hingga kini masih tersimpan di rumah warga. Lokasinya tidak hanya dari Ponorogo. Ada di Madiun, Magetan hingga terjauh di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Pameran barongan tua.(Foto: Mita Kusuma)Pameran barongan tua.(Foto: Mita Kusuma)

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Menurut keterangan yang diperoleh Budi, orang-orang yang menyimpan barongan itu tidak boleh menjualnya. Berapapun nominal penawarannya tetap tidak boleh dijual. Rusak atau tidak nantinya tetap dijaga dan dirawat di rumah.

"Pesan dari embah-embah dulu tidak boleh dijual. Suruh simpan di rumah meski hingga nanti kemungkinan rusak parah," katanya.

Pernah ada yang nekat menjual barongan. Karena buatan tahun lama, barongan itu laku puluhan juta rupiah. Barongan tersebut dibawa pemilik baru pada siang harinya. Namun entah bagaimana caranya, barongan tersebut akhirnya kembali ke pemilik lama.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Makanya nggak pernah ada yang menjual. Walaupun ratusan rupiah juga tidak bakal dilepas, " pungkasnya.

Sekadar diketahui, literasi reog dari masa ke masa coba dihadirkan dalam perayaan Grebeg Suro 2022. Panitia sengaja mengadakan pameran barongan lawas, supaya masyarakat tahu model atau bentuk dari tahun ke tahun. Sebab seiring dengan perkembangan zaman, ternyata model barongan reog mengalami perubahan.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.