Selasa, 16 Jun 2026 16:41 WIB

Kabinet Arabika dan simPadu-PMI Unggulan 40 Top Inovasi Jatim

  • Penulis :
  • | Selasa, 17 Jul 2018 23:21 WIB
Gubernur Jatim Soekarwo usai melakukan paparan.
Gubernur Jatim Soekarwo usai melakukan paparan.

jatimnow.com - Kolaborasi Pembinaan Ekonomi Terpadu Kopi Arabika (Kabinet Arabika) dan Sarana Informasi dan Pelayanan Terpadu Pekerja Migran Indonesia (simPadu-PMI) Jawa Timur yang masuk 99 top inovasi pelayanan publik nasional Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tahun 2018, saat ini dalam proses penilaian menjadi 40 top inovasi nasional dan menjadi inovasi unggulan Jatim.

Paparan tentang kedua inovasi layanan publik ini dilakukan Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Kantor Kemenpan RB Jl. Jendral Sudirman Kav. 69, Jakarta, Selasa (17/7), pada acara presentasi dan wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2017 di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemda, BUMN, dan BUMD yang berlangsung pada 9-23 Juli 2018.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Bertindak sebagai panelis atau tim penguji terdiri dari lima orang, yaitu Prof JB Kristiadi, Prof. Eko Prasojo, Dr. Wawan Sobari, Nurzaman Mochtar, dan Indah Suksmaningsih.

Dalam paparannya, Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim menjelaskan, Kabinet Arabika sebagai salah satu cara mengajak petani di Jatim untuk lebih sejahtera.

Konsep dasar dari inovasi Kabinet Arabika ini adalah memberikan nilai tambah kepada petani kopi khususnya arabika, yang peminat dan harga pasar lebih bagus 2.5 kali lipat dibandingkan dengan kopi robusta.

Agar nilai tambah petani meningkat, lanjut Pakde Karwo, perlu dilakukan intervensi pemerintah, mulai kualitas dan kuantitas bibit di petani, pendampingan pada saat tanam dan panen, pengolahan produksi ditingkat petani, pemasaran, sampai dengan pembiayaan bunga rendah.

Langkah tersebut dilakukan antara lain karena permasalahan-permasalahan seperti lambatnya pengembangan kopi arabika yang disebabkan kualitas bibit tidak unggul, kualitas produksi kurang berdaya saing yakni asalan, hanya menghasilkan produk primer berupa biji, serta terbatasnya akses permodalan dan pemasaran.

Melalui inovasi tersebut, menurut Gubernur, pendapatan petani bertambah besar atau menjadi lebih sejatera. Apabila awalnya pendapatan petani hanya sebesar Rp. 70,3 milyar/tahun/ha atas penjualan greenbean asalan-ose kopi yang diambil tanpa melihat tingkat kemasakan.

Dengan inovasi ini, pendapatan petani bertambah menjadi Rp. 266,6 milyar/tahun/ha atau naik 378% ketika menjual dalam bentuk greenbean premium. Sementara itu, ketika kopi dijual dalam bentuk greebean roasted nilainya menjadi Rp. 643,1 milyar atau naik 913%.

Ditambahkan, pengembangan kopi arabika di Jatim selama ini meliputi area lahan seluas 16.691 ha dengan total produksi mencapai 6.829 ton/ tahun.

Sementara, prospek dari kopi arabika Jatim sendiri memiliki potensi lahan sebesar 30.520 ha, yang tersebar di kawasan pengembangan ijen raung seluas 13.700 Ha, argopuro 3.200 ha, Bromo Tengger Semeru 10.120 ha, dan Wilis seluas 3.500 ha.

Sementara itu, terkait inovasi sim-Padu PMI Pakde Karwo menjelaskan, inovasi terutama berupa pendirian layanan satu atap, pembuatan layanan aplikasi informasi kerja, konsultasi dan pengaduan berbasis on line, dan konsultansi pemberdayaan pekerja migran Indonesia Jatim.

Inovasi ini antara lain mampu mengubah pengiriman para tenaga kerja Indonesia (TKI) Jatim dari sektor informal menuju sektor formal sehingga lebih memberikan perlindungan terhadap para TKI dan turunnya pekerja migran bermasalah di tempat kerja.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

Dengan inovasi ini, lanjutnya, para pekerja formal terdata dan terakses melalui sistem di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Jatim dan Kementerian terkait.

Sehingga permasalahan-permasalahan yang ada bisa terdeteksi untuk diberikan bantuan penyelesaian. Sedangkan, untuk sektor informal yang sering terjadi permasalahan, pihaknya terus melakukan pembenahan sektor ini melalui peningkatan kualitas Balai Latihan Kerja.

Jatimnomics dan Jatimetik Ciri Khas Jatim

Terhadap presentasi apakde Karwo, Panelis Prof. JB Kristiadi memberikan pujian atas paparannya, yang dinilainya sebagai solusi terhadap sektor pertanian dan perkebunan di Indonesia.

"Apa yang dikerjakan oleh Jatim bisa digunakan menjadi proyeksi nasional, terutama dalam memberikan nilai tambah, pendampingan hingga akses permodalan," jelasnya.

Sementara itu, panelis, Wawan Sobari mengilustrasikan paparan Gubernur Jatim tersebut tidak terlepas dari konsep Jatimnomics yang memberi perhatian pada sektor hulu - hilir, yang tujuannya memberikan nilai tambah bagi petani, khususnya kopi, yang sangat memberikan manfaat bagi para petani.

Baca Juga: Icha Yang, Penyanyi Asal Jember yang Gebrak Panggung Hunan TV China

Demikian pula, konsep Jatimetik, yang diilustrasikannya bahwa pekerja migran asal Jatim diberikan nilai-nilai etika dan moral yang menjadi ciri khas dari masyarakat Jatim, selain kompetensi dan keahlian yang dimiliki.

Dengan upaya tersebut, pihak mitra senang dengan kinerja TKI Jatim yang berkompeten dan relatif patuh kepada pimpinannya.

Turut mendampingi Gubernur Jatim dalam kesempatan ini, yaitu Kepala Dinas Perkebunan Prov. Jatim Ir Karyadi MM, Kadisnaker Prov. Jatim Setiajid, Plt. Kepala Biro Humas dan Protokol Benny Sampir Wanto, dan Plt. Kepala Biro Organisasi Setda. Prov. Jatim Budi Supriyanto.

Penulis/Editor: Erwin Yohanes

 

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.