Sabtu, 20 Jun 2026 07:20 WIB

Dua Pencuri Besi Pedestarian di Kota Mojokerto Ternyata Sudah 42 Kali Beraksi

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Wiwit Adi Satria saat menunjukkan barang bukti (Foto: Nor for jatimnow.com)
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Wiwit Adi Satria saat menunjukkan barang bukti (Foto: Nor for jatimnow.com)

Mojokerto - Dua pria yang tertangkap karena mencuri besi grill pedestarian di Kota Mojokerto, ternyata sudah 42 kali beraksi.

Kedua pria itu bernama Subahar (46) dan Tia Sutiono (34), keduanya warga Lingkungan Balongcangkring, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Baca Juga: Ajak Pesta Miras Petugas Jaga, Pemuda di Tulungagung Bobol Kantor Disbudpar

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Wiwit Adi Satria mengatakan, kedua pria itu telah beraksi puluhan kali dalam satu tahun terakhir.

"Pelaku S ini mengaku sudah 42 kali. Namun yang ke-38 dilakukan sendiri, sisanya dilakukan bersama rekannya TS," terang Wiwit, Rabu (27/7/2022).

Dua pencuri besi pedestrian diamankan di Mapolres Mojokerto KotaDua pencuri besi pedestrian diamankan di Mapolres Mojokerto Kota

Baca Juga: Polda Jatim Gulung Komplotan Maling Spesialis Rumah Kosong, Beraksi di 13 TKP

Wiwit menambahkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Dan Kawasan Permukiman (DPUPR PRKP) Kota Mojokerto melaporkan jika sudah ratusan besi pedestarian yang hilang.

"Kalau sesuai dengan laporan kepala dinas, itu total ada ratusan yang hilang," terang dia.

Baca Juga: Pencurian Plakat Jalan di Probolinggo Bikin Geram, Segini Taksiran Harga Bos Besi Tua

Petugas yang melakukan penyelidikan berhasil meringkus kedua pelaku saat beraksi di Jalan Pahlawan dengan berbagai barang bukti seperti parang, martil dan grill yang sudah dibongkar.

"Rata-rata yang disasar ini ada di Jalan Pahlawan. Dan pelaku S ini mengaku sudah beraksi sejak setahun terakhir. Katanya dijual Rp250 ribu itu per lempengan besi," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.