Senin, 22 Jun 2026 07:44 WIB

Resmikan Balai Rehabilitasi di Trenggalek, Ini Sederet Harapan Mas Ipin

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) saat meresmikan balai rehabilitasi (Foto: Dok. Humas Pemkab Trenggalek)
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) saat meresmikan balai rehabilitasi (Foto: Dok. Humas Pemkab Trenggalek)

Trenggalek - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) meresmikan Balai Rehabilitasi Adhyaksa, di RSUD dr Soedomo, Rabu (27/7/2022). Balai ini akan digunakan untuk merehabilitasi para pecandu narkoba.

Menurut Mas Ipin, tidak semua kasus penyalahgunaan narkoba dapat selesai begitu saja melalui jalur hukum. Bahkan lembaga pemasyarakatan (lapas) pun tidak menjamin korban penyalahgunaan narkoba bisa benar-benar tidak mengulangi hal serupa.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Mas Ipin berpendapat saat ini mayoritas penghuni lapas terkena kasus penyalahgunaan narkoba. Melihat kondisi itu, Mas Ipin mendorong Korps Adhyaksa untuk menyediakan fasilitas rehabilitasi bagi korban.

"Tidak semua orang yang terjerat kasus hukum itu mereka selesai jika kemudian dihukum penjara," ujar Mas Ipin, Rabu (27/7/2022).

Dalam beberapa kasus, para tahanan itu membutuhkan bantuan untuk direhabilitasi. Beberapa di antaranya menggunakan narkoba karena faktor lingkungan dan salah pergaulan.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) saat meresmikan balai rehabilitasiBupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) saat meresmikan balai rehabilitasi

"Ada yang mereka butuh bantuan, salah satunya para pecandu narkoba ini harus direhabilitasi, kadang-kadang mereka ini kan juga korban dari pergaulan, kemudian juga mungkin ada mental health atau kesehatan mental yang terganggu," sambungnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Bahkan, terdapat beberapa kasus di mana pengguna narkoba kembali ditangkap setelah keluar dari lapas. Untuk itu diharapkan dengan disediakannya fasilitas rehabilitasi, masalah tersebut bisa tuntas.

"Maka ya mereka harus kita obati, jangan sampai nanti kemudian mereka terjerumus. Karena kalaupun mereka dipenjara, kemudian keluar juga belum tentu mereka berhenti untuk melakukan hal serupa," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.