Rabu, 22 Jul 2026 12:39 WIB

PERDAMSI Dorong Fakultas Kedokteran Buka Prodi Spesialis Emergensi

Ketua PERDAMSI dr Boby Prabowo (berjabat tangan yang kiri).(Foto: Humas PERDAMSI)
Ketua PERDAMSI dr Boby Prabowo (berjabat tangan yang kiri).(Foto: Humas PERDAMSI)

Tulungagung - Indonesia masih kekurangan dokter ahli emergensi. Salah satu faktor penyebabnya adalah minimnya fakultas kedokteran yang membuka program studi tersebut. Kondisi ini mendapat perhatian dari Perhimpunan Dokter Ahli Emergensi Indonesia (PERDAMSI) dan Kolegium Kedokteran Emergensi Indonedia (KKEI). Sebab kebutuhan dokter emergensi cukup tinggi di Indonesia.

Ketua PERDAMSI dr Boby Prabowo mengatakan, terdapat kurang lebih 2.000 rumah sakit di Indonesia yang membutuhkan dokter emergensi. Kebutuhan dokter emergensi 1 dibanding 100.000 jiwa. Sedangkan saat ini hanya terdapat 69 dokter emergensi yang tersebar di berbagai rumah sakit.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

"Angka kebutuhan dokter emergensi cukup tinggi dan itu jauh dari yang tersedia saat ini," ujarnya, Selasa (26/07/2022).

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PERDAMSI mendorong berkembangnya Prodi Dokter Spesialis Emergensi di setiap Fakultas Kedokteran. Mereka membuka diri dan akan membantu terbentuknya prodi tersebut. Pasalnya, kebutuhan akan dokter emergensi yang tinggi, namun tidak diikuti dengan pembukaan prodi di setiap Fakultas Kedokteran.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

"Kami berharap dapat berkontribusi untuk mewujudkan prodi dokter emergensi di setiap Fakultas Kedokteran," tuturnya.

Selain itu, PERDAMSI juga menyoroti peristiwa meninggalnya pilot sebuah maskapai penerbangan beberapa waktu lalu. Sang pilot terkena serangan jantung dan berhasil mendaratkan pesawat dengan aman. Menurut Boby, seharusnya kru pesawat dilengkapi dengan kemampuan bantuan hidup dasar. Dalam pesawat idealnya juga terdapat alat picu jantung. Hal itu merupakan bagian standar internasional.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

"Kami mendorong untuk sertiap jasa pelayanan publik menyediakan alat picu jantung. Hal ini sangat dibutuhkan dalam kondisi emergensi," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.