Senin, 22 Jun 2026 19:51 WIB

Ratusan Patung dari Sampah Plastik di Kota Batu Jadi Spot Foto Baru

Patung dari sampah plastik dipajang di Balai Kota Among Tani Kota Batu (Foto-foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Patung dari sampah plastik dipajang di Balai Kota Among Tani Kota Batu (Foto-foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Kota Batu - Deretan patung yang terbuat dari sampah plastik berdiri di depan Balai Kota Among Tani, Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu. Patung-patung itu kini menjadi spot foto baru.

Event 1001 patung sampah yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu bersama para seniman itu menyedot animo masyarakat dan pelajar. Mereka mengabadikan momen berfoto dengan patung berbentuk orang-orangan sawah hingga tokoh pewayangan.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Koordinator seniman M. Rokhim mengatakan bahwa di sepanjang Jalan Panglima Sudirman tersebut hanya terdapat sekitar 293 patung, sehingga masih kurang 700-an patung untuk mencapai 1001.

"Hal itu disebabkan kurangnya sosialisasi pada masyarakat. Sosialisasi hanya dilakukan satu kali saja di Balai Desa Junrejo. Padahal Kota Batu memiliki 24 desa dan kelurahan," kata Rokhim, Senin (25/7/2022).

Meski begitu, dia mengaku hal tersebut lumrah ditemui di manapun. Apalagi pembuatan 1001 patung manusia sampah bisa dikatakan baru di Kota Batu.

"Walaupun jumlah tak menyentuh target, yang terpenting membuka wawasan masyarakat serta mendapatkan respon dari masyarakat," urainya.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Patung dari sampah plastik dipajang di Balai Kota Among Tani Kota BatuPatung dari sampah plastik dipajang di Balai Kota Among Tani Kota Batu

Bahkan Rokhim mewacanakan akan kembali melaksanakan kegiatan tersebut pada tahun depan. Selain itu, patung-patung itu juga bakal dipakai hiasan di TPA Tlekung.

Sementara Kepala DLH Kota Batu, Aries Setiawan berharap, pameran patung tersebut bisa mengampanyekan pengurangan sampah plastik.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

"Patung-patung itu terbuat dari seperti botol minuman bekas, kantong plastik bekas, bungkusan kopi dan sebagainya. Inisiasi awalnya dari salah satu seniman bernama Rokhim dari komunitas MAOS Art, kemudian kami yang ada di Pemkot Batu mencoba berkolaborasi untuk mewujudkan hal itu," katanya.

Diketahui, kegiatan itu melibatkan seluruh elemen masyarakat dari 24 desa dan kelurahan yang ada di Kota Batu. Mulai dari ibu-ibu PKK, pemerhati lingkungan, OPD (Organisasi Perangkat Daerah) hingga pelaku.

"Untuk satu patung biasanya dikerjakan oleh 5 orang, dengan dimensi yang bermacam-macam antara tinggi 1 meter sampai 2 meter," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.