Rabu, 17 Jun 2026 21:35 WIB

Harus Mengungsi Demi Belajar, Begini Perasaan Murid SDN Gelang Kulon 4 Ponorogo

Siswa SDN Gelang Kulon 4 belajar di Sekolah Minggu Buddha.(Mita Kusuma/jatimnow.com)
Siswa SDN Gelang Kulon 4 belajar di Sekolah Minggu Buddha.(Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Sedikitnya 18 siswa SDN Gelang Kulon 4 di Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, harus mengungsi di Sekolah Minggu Buddha. Pasalnya, ruang kelas mereka nyaris ambruk.

"Sekolahnya mau ambruk. Saya dua tahun mengungsi di sini untuk sekadar belajar saja," ujar Chacha, salah satu murid kelas 6 SDN Gelang Kulon 4, Senin (25/7/2022).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Dia mengaku sebenarnya takut harus belajar di kelas yang hampir roboh. Hanya saja, dia tetap ingin belajar di sekolah induk daripada di ruang Sekolah Minggu Buddha.

"Kalau ditanya suka yang mana, suka sekolah di atas (induk). Kalau di bawah tidak banyak temannya," kata Chacha kepada media.

Di sisi lain, murid kelas 4 Safa lebih suka dengan belajar di Sekolah Minggu Buddha. Sebab lebih aman di Sekolah Minggu Buddha.

"Sekolahnya rusak, roboh. Di sana (sekolah induk) takut. Sebelumnya di emperan, di teras. Tidak apa-apa turun dulu, lebih suka di sini karena lebih aman, pungkasnya.

Baca Juga: Kejari Jember Periksa 20 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Dana BOS

Sebelumnya diberitakan, Siswa SDN Gelang Kulon 4 di Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, terpaksa mengungsi ke Sekolah Minggu Buddha untuk belajar. Pasalnya, ruang kelas mereka hampir ambruk.

Pantauan di lokasi, ada siswa kelas 4, 5 dan 6 yang terpaksa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Minggu Buddha. Di sana mereka bisa belajar dengan tenang.

SDN Gelang Kulon 4 tercatat memiliki 34 murid. Sementara yang mengungsi untuk belajar ada 18 murid. Dengan rincian kelas 4 ada 4 siswa, kelas 5 ada 8 siswa, dan kelas 6 ada 6 siswa.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Sekolah Minggu Buddha dan SDN Gelang Kulon 4 berjarak beberapa ratus meter. Hanya saja jalannya naik turun. Walaupun harus mengungsi demi bisa belajar, belasan siswa tetap semangat. Mereka dengan seksama memperhatikan pelajaran yang diterangkan guru.

Kini, 3 kelas di SDN Gelang Kulon 4 telah dikosongkan. Kelas tersebut bisa ambruk kapan saja.

"Kami memperhatikan keselamatan siswa sebenarnya. Akhirnya kami pindahkan ke ke Sekolah Minggu Buddha dengan persetujuan pengurus Wihara," ujar Kepala SDN Gelang Kulon 4 Mohammad Fatah Yasin, Senin (25/7/2022).

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.