Kamis, 18 Jun 2026 01:48 WIB

Kelas Hampir Ambruk, Murid SDN Gelang Kulon 4 Ponorogo Harus Mengungsi

Kondisi kelas di SDN Gelang Kulon 4 Ponorogo.(Foto: Mita Kusuma)
Kondisi kelas di SDN Gelang Kulon 4 Ponorogo.(Foto: Mita Kusuma)

Ponorogo - Siswa SDN Gelang Kulon 4 di Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, terpaksa mengungsi ke Sekolah Minggu Buddha untuk belajar. Pasalnya, ruang kelas mereka hampir ambruk.

Pantauan di lokasi, ada siswa kelas 4, 5 dan 6 yang terpaksa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Minggu Buddha. Di sana mereka bisa belajar dengan tenang.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

SDN Gelang Kulon 4 tercatat memiliki 34 murid. Sementara yang mengungsi untuk belajar ada 18 murid. Dengan rincian kelas 4 ada 4 siswa, kelas 5 ada 8 siswa, dan kelas 6 ada 6 siswa.

Sekolah Minggu Buddha dan SDN Gelang Kulon 4 berjarak beberapa ratus meter. Hanya saja jalannya naik turun. Walaupun harus mengungsi demi bisa belajar, belasan siswa tetap semangat. Mereka dengan seksama memperhatikan pelajaran yang diterangkan guru.

Kini, 3 kelas di SDN Gelang Kulon 4 telah dikosongkan. Kelas tersebut bisa ambruk kapan saja.

"Kami memperhatikan keselamatan siswa sebenarnya. Akhirnya kami pindahkan ke ke Sekolah Minggu Buddha dengan persetujuan pengurus Wihara," ujar Kepala SDN Gelang Kulon 4 Mohammad Fatah Yasin, Senin (25/7/2022).

Baca Juga: Kejari Jember Periksa 20 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Dana BOS

Menurutnya, kondisi plafon yang akan ambruk sudah terjadi satu tahu lalu. Awalnya, saat itu hujan kemudian satu plafon ambruk. Beruntung kejadiannya malam hari. Sehingga tidak ada siswa maupun guru yang berada di dalam kelas.

Sejumlah siswa harus mengungsi ke Sekolah Minggu Buddha sejak 3 tahun terakhir atau mulai 2019. Berbagai cara sudah dilakukan sekolah agar ruang kelas yang hampir ambruk segera diperbaiki. Seperti berkirim surat ke Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo.

"Demi keselamatan bersama. Dibanding ada apa-apa, nanti kami yang rugi. Karena ada yang luka," tegasnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Data terakhir, SDN Gelang Kulon 4 diperbaiki pada 2008. Saat itu dana yang turun juga untuk memperbaiki ruang mau ambruk. Selain kelas 4, 5 dan 6, ruang yang juga dikosongkan adalah perpusatakaan, UKS dan bekas kantor.

"Semoga segera ada perbaikan saja. Kasihan anak-anak," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.