Kamis, 18 Jun 2026 12:37 WIB

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kediri, Mas Dhito Gandeng USAID

  • Penulis : Yanuar Dedy
  • | Minggu, 24 Jul 2022 12:54 WIB
Mas Dhito saat memberikan sambutan dalam workshop komitmen program MPHD. (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mas Dhito saat memberikan sambutan dalam workshop komitmen program MPHD. (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

Kediri - Pemerintah Kabupaten Kediri bersama United States Agency for Internasional Development (USAID) melalui program Momentum Private Healthcare Delivery (MPHD) berupaya menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Penurunan angka kematian ibu (AKI) serta angka kematian bayi (AKB) menjadi salah satu fokus kerja Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Mas Dhito sapaan akrabnya, meyakini bersama USAID MPHD, upaya penurunan AKI dan AKB ini bisa dilakukan secara maksimal.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Menurut Mas Dhito, program MPHD akan lebih kuat ketika Dinas Kesehatan terus bekerja sama dengan rumah sakit swasta, puskesmas, hingga klinik yang ada di wilayahnya.

“Saya minta Dinas Kesehatan buat semacam perjanjian kerjasama dengan rumah sakit swasta untuk menurunkan AKI dan AKB,” kata Mas Dhito, melalui keterangan yang diterima redaksi, Minggu (24/7/2022).

Mas Dhito menegaskan perlunya sosialisasi program ke berbagai fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Kediri. Sehingga timbul komitmen dan tanggung jawab bersama dalam menangani persoalan AKI dan AKB.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, angka kematian ibu pada tahun 2022 mencapai 6 orang. Sedangkan angka kematian bayi sejumlah 58.

Sementara itu, Penanggung Jawab Program MPHD Jawa Timur, Meytha Nurani mengatakan pihaknya kini tengah mengembangkan program tersebut di fase kedua yang meliputi beberapa daerah di Jawa Timur, salah satunya Kabupaten Kediri.

“Di Kabupaten Kediri sendiri sasaran (MPHD) ada di 3 rumah sakit swasta, 3 klinik, dan 3 bidan praktik mandiri,” jelasnya.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Meytha berharap langkah bersama Pemerintah Kabupaten Kediri dalam mengatasi persoalan kematian ibu dan bayi ini bisa ditekan.

(ADV)

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.