Rabu, 17 Jun 2026 01:58 WIB

Bikin Bocah TK Terbakar, Penjual Jajan Berasap di Ponorogo Mengaku Trauma

Penjual jajan berasap.(Foto: Mita Kusuma)
Penjual jajan berasap.(Foto: Mita Kusuma)

Ponorogo - Kasus terbakarnya bocah TK di Ponorogo akibat jajan berasap berujung pemeriksaan polisi. Aparat Satreskrim Polres Ponorogo memanggil penjualnya untuk dimintai keterangan. Yakni, Rusmanto, Warga Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo.

"Saya sebenarnya sudah dari 2015 jualan. Baru kali ini menimbulkan cedera," ujar Rusmanto di Satreskrim Polres Ponorogo, Sabtu (16/7/2022)

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Pria 50 tahun itu mengaku trauma. Apalagi snack buatannya bisa menimbulkan api hingga membakar korban.

"Saya trauma juga, karena tidak biasanya terjadi seperti itu," katanya kepada wartawan.

Setelah kejadian itu, kini dia tidak berani berjualan kembali. Hingga saat ini, dia tidak mengetahui pasti penyebab munculnya api. Saat kejadian yang berjualan salah satu karyawannya.

"Bukan saya sendiri. Jadi kurang tahu bisa terjadi terbakar itu, baru kali ini kejadian," terang Rusmanto.

Dia mengklaim jajanan berasap miliknya masih laku. Pun mencoba menyemprotkan cairan tetapi tidak ada insiden.

"Sebelum korban itu kan ada yang beli. Juga aman juga. Ya pas kejadian langsung saya suruh karyawan membawanya ke puskesmas," tegasnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Dia mengaku membawanya berobat adalah rasa kemanusian. Sehingga semua biaya pengobatan ditanggung.

"Tabung nitrogen saya beli di Gresik seharga Rp1,1 juta," urainya.

Atas insiden itu, Rusmanto bakal berhenti jualan jajan berasap. Dia bakal mengganti usaha yang dirasa aman.

"Saya ikut prosedur saja. Bagaimana-bagainananya, " paparnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Sementara itu, Kanit Pidum Satreskrim Polres Ponorogo Ipda Guling Sunaka menyatakan bakal berkoordinasi dengan BPOM dan Dinkes.

"Jika nanti dari hasil koordinasi ditemukan bahan makanan yang tidak sesuai dengan komposisi, ada UU yang mengatur makanan. Kami akan lakukan penegakan sesuai dengan UU yang berlaku," pungkas Guling.

Sebelumnya, Ahsan Farid Trisnanto, warga Desa Bajang, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, terkulai lemas di ruang perawatan anak di Rumah Sakit Umum (RSU) Muslimat Ponorogo. Sekujur tubuh bocah TK berusia 5,5 dibalut dengan perban. Ahsan menjadi korban ledakan jajan yang dibelinya.

"Kemarin sore kejadiannya. Anak saya terkena ledakan makanan (es) yang keluar asapnya itu, lo. Dari nitrogen," ujar bapak korban, Sutrisno di RSU Muslimat, Rabu (13/7/2022).

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.