Minggu, 21 Jun 2026 07:55 WIB

Berawal Konservasi Sungai, Desa Pandean Trenggalek Tembus 50 Besar ADWI 2022

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno saat berkunjung ke Desa Wisata Pandean beberapa waktu lalu. (Foto: Humas Pemkab Trenggalek)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno saat berkunjung ke Desa Wisata Pandean beberapa waktu lalu. (Foto: Humas Pemkab Trenggalek)

Trenggalek - Berawal dari keinginan menjaga kebersihan sungai, Desa Pandean, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Desa wisata ini juga dikunjungi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno pada akhir bulan lalu. Konservasi alam dan pemberdayaan masyarakat menjadi tujuan berdirinya desa wisata ini.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Ketua Pokdarwis Dewi Arum Pulosari, Ririn Setyo Widiastuti mengatakan munculnya desa wisata ini berawal dari keinginan masyarakat untuk mengembalikan fungsi sungai. Sebelumnya sungai di desa ini dipenuhi oleh limbah rumah tangga. Mereka menginginkan sungai tersebut bersih dari sampah sehingga kelestariannya terjaga.

"Anak-anak sekitar dulu enggan bermain di sungai. Itu dikarenakan banyak sampah, popok bayi, pecahan kaca dan yang lainnya. Ini yang pertama kami lakukan. Setelah bersih sebaliknya, mereka jadi betah dan senang menghabiskan waktu mereka di sungai," ujarnya, Sabtu (16/7/2022).

Setelah kondisi sungai bersih, mereka lalu mendorong pihak desa untuk membentuk Perdes tentang penjagaan lingkungan. Hal ini sangat dibutuhkan untuk bisa menjaga sungai tetap terjaga kebersihannya.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Ririn lalu melihat terdapat potensi wisata yang bisa dikembangkan dengan sungai ini. Mereka lalu membentuk Pokdarwis pada Maret 2021 lalu.

"Bila dari konservasi itu bisa muncul potensi pariwisata, maka itu bonus," tuturnya.

Saat ini Desa Pandean terkenal dengan desa wisata yang masuk 50 besar ADWI. Selain dimanjakan dengan pemandangan alam yang sangat indah, mereka juga bisa merasakan sensasi river tubing yang menjadi andalan di desa wisata ini.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Panjang jalur sungai yang digunakan untuk river tubing ini mencapai 600 meter. Selain itu terdapat ragam permainan dan kuliner tradisional yang menjadi paket wisata.

"Potensi masyarakat di sekitar juga bisa mejadi paket wisata," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.