Selasa, 16 Jun 2026 05:47 WIB

Mas Dhito Titip Pesan ke FKUB, Cegah Gesekan Antar Umat Beragama

Mas Dhito bertemu dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kediri (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mas Dhito bertemu dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kediri (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

Kediri - Bupati Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) menitipkan pesan agar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kediri membantu pemerintah dalam menangani persoalan di masyarakat. Utamanya yang berpotensi menimbulkan gesekan umat beragama.

"Kejadian-kejadian yang dapat membuat gesekan harapannya dapat termonitor FKUB, dan tertangani dengan cepat," jelas Mas Dhito, Jumat (15/7/2022).

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Tak hanya antar umat beragama, persoalan yang berpotensi menimbulkan gesekan sesama umat diharapkan dapat termonitor dan diselesaikan dengan baik. Mas Dhito mengakui, pihaknya beberapa kali mendapat laporan kejadian yang berpotensi menjadi benih gesekan.

"Harapannya kepada FKUB ini cukup besar karena berbicara kerukunan umat, tingkat kesensitifannya tinggi," tambahnya.

Ketua FKUB Kabupaten Kediri, David Fuadi menyampaikan, pihaknya sejauh ini melakukan berbagai kegiatan untuk menjaga kerukunan umat beragama. Termasuk pula, mengadakan seminar bahaya radikalisme dengan mengundang pemuka agama di tiap kecamatan.

Gus David-panggilannya, tak menampik ada beberapa kejadian bila tidak ditangani cepat bisa berpotensi gesekan. Seperti kejadian rusaknya tempat ibadah di Tarokan, begitu ditelusuri diketahui kerusakan diakibatkan tindakan umatnya sendiri.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Kemudian di Grogol kerusakan bagian dari tempat ibadah. Ketika ditelusuri kerusakan karena ketidaksengajaan anak kecil saat tengah bermain. Dua kejadian itu pun dapat tertangani dan tidak menjadi benih gesekan.

"Saat ini kami tengah menyelesaikan masalah pembangunan masjid di Gurah dimana ada pro kontra," bebernya.

Persoalan muncul karena, proses perizinan pembangunan untuk Taman Pendidikan Al Quran (TPQ). Namun, begitu proses pembangunan diketahui untuk masjid sehingga mendapatkan penolakan sebagian warga karena di daerah itu sudah ada dua masjid.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

"Bagaimanapun tempat ibadah itu harus dapat menjaga ketentraman masyarakat sekitar, karena ada penolakan, kita tidak rekomendasikan pembangunan masjid itu," ungkap Gus David.

Berkaca dari persoalan yang muncul, FKUB diakui Gus David, akan lebih insentif mengadakan kegiatan sosialisasi pembangunan tempat ibadah. Hal itu sangat penting karena banyak masyarakat yang belum mengetahui prosedur pembangunan tempat ibadah.

(ADV)

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.