Minggu, 21 Jun 2026 05:59 WIB

Penjual Miras Maut di Surabaya Ikut Tewas, Bagaimana Kelanjutan Kasusnya?

Kanit Reskrim Polsek Tambaksari, Iptu Agus Suprayogi (Foto: Dok. Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Kanit Reskrim Polsek Tambaksari, Iptu Agus Suprayogi (Foto: Dok. Fahrizal Tito/jatimnow.com)

Surabaya - Penyidikan terhadap kasus tewasnya empat orang akibat pesta minuman keras (miras) oplosan di Tambaksari, Surabaya hampir dipastikan dihentikan. Sebab sang penjual menjadi salah satu dari empat orang yang tewas tersebut.

Pesta miras di Jalan Bronggalan Sawah, Pacar Kembang, Tambaksari itu diikuti 7 orang. Mereka menenggak 6 botol miras oplosan dua hari berturut-turut, mulai malam takbiran Idul Adha atau Sabtu (9/7/2022) hingga Minggu (10/7/2022)

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Kanit Reskrim Polsek Tambaksari, Iptu Agus Suprayogi mengatakan, pesta miras oplosan tersebut merupakan inisiatif dari Ari Subagyo (AS), sang penjual. Dialah yang mengundang 6 temannya untuk pesta.

Fakta tersebut didapat setelah penyidik memeriksa dua orang yang selamat, yaitu Riski Setyawan, warga Bronggalan Sawah Gang 4A dan Suyitno, warga Pacar Kembang Gang 5.

"Dari pemeriksaan saksi-saksi mengerucut bahwa miras oplosan itu diracik almarhum Ari, sebagai yang berjualan miras itu. Artinya pelaku sudah meninggal. Sehingga tidak menutup kemungkinan kasus ini dihentikan," jelas Yogi, Rabu (13/7/2022).

Yogi mengaku sudah menerjunkan tim untuk melakukan penggeledahan di dua rumah yang dihuni almarhum Ari, yaitu di Bronggalan Sawah V dan Jalan Bronggalan IIB.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Dari penggeledahan itu kami menemukan botol berisi miras dan jeriken berisi cukrik. Di rumah itu informasi yang kami dapat, seringkali digunakan untuk mengoplos (miras)," bebernya.

Selain membawa barang bukti beberapa botol miras, Yogi dan timnya juga memeriksa Rani, istri almarhum Ari. Namun dalam pemeriksaan, Rani tidak mengetahui pasti kegiatan pengoplosan miras yang dilakukan suaminya. Karena selama ini dia dan suami sering tinggal di tempat kos.

Menurut Yogi, saat Rani mengetahui aktivitas suaminya, dia malah dimarahi dan diminta untuk tidak ikut campur.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Dia tidak tahu. Saat tanya ke suami, dia malah dimarahi, karena sifat suaminya itu diakunya memang keras," terang dia.

Meski kasus ini hampir dipastikan dihentikan, sampel miras yang ditemukan akan dikirim ke laboratorium forensik (labfor) untuk diteliti.

"Sisa miras akan kami bawa ke labfor untuk mengetahui kandungan apa yang ada dalam miras tersebut," jelas Yogi.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.