Sabtu, 20 Jun 2026 19:05 WIB

SDN di Ponorogo Ini Hanya Menerima 1 Siswa Saat PPDB 2022/2023

Suasana SDN Jalen Kecamatan Balong, Ponorogo.(Foto: Mita Kusuma)
Suasana SDN Jalen Kecamatan Balong, Ponorogo.(Foto: Mita Kusuma)

Ponorogo - Tahun ajaran baru 2022/2023 di SDN Jalen, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, terasa berbeda. Bagaimana tidak, SD itu hanya mendapatkan 1 siswa saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Pantauan di lokasi, siswa tersebut berjenis kelamin laki-laki. Yakni, Khoirul yang berusia 6 tahun.

Khoirul terlihat paling kecil dibanding 33 siswa lainnya saat berjajar di sekolah, Rabu (13/7/2022) pagi. Mereka menggunakan pakaian seragam olahraga berwarna oranye. Lalu melakukan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Meski sendiri, semangat belajarnya tak patah. Dia juga berani walaupun harus bergaul dengan kakak kelasnya.

"Tahun ini kelas 1, siswa hanya 1 orang. Tahun lalu juga hanya 3 orang," ujar Kepala SDN Jalen Dedy Ady Nugroho.

Guru-guru SDN Jalen telah berusaha melakukan sosialisasi. Pertama ke TK terdekat agar bisa sekolah di SDN Jalen. Namun hasilnya tetap sama. Hanya satu orang yang mendaftar sebagai siswa di SDN Jalen.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Analisa Dedy, kemungkinan besar karena warga memilih menyekolahkan anaknya ke MI Swasta yang berada di sebelah Utara SDN Jalen. Berdirinya MI swasta sejak 5 tahun lalu membuat siswa SDN Jalen semakin sedikit. Sekalipun pihak SDN Jalen sudah mengadakan beberapa program.

"Juga ada iming-iming pakaian gratis. Ada tambahan pelajaran agama seperti di MI. Tapi ya itu, tetap belum berhasil untuk tahun ini," tegasnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Ke depan, 1 siswa itu tetap bakal diajar. Sebab orang tua siswa tidak berkenan untuk berpindah. Perihal data pokok pendidikan (Dapodik) sudah dilaporkan ke pengawas. Artinya, masih bisa menjadi siswa SDN Jalen karena guru yang mengajar adalah GTT non-Dapodik.

"1 Siswa ditetapkan diajar sendiri. Harapan kami tersendiri, pembelajaran berbeda. Tetapi ada masukan wali kelas. Anak itu ingin ada temannya. Biar beradaptasi dulu, 2 guru," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.